Pendukung Calon Kumtua Berpesta
Rakyat berpesta. Keramaian terlihat jelang pemilihan hukum tua (Pilhut) serentak di 33 desa Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (3/5).
Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Rakyat berpesta. Kemaramaian terlihat jelang pemilihan hukum tua (Pilhut) serentak di 33 desa Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (3/5). Berbagai persiapan dimatangkan panitia Pilhut. Begitu juga para calon kumtua telah siap bertarung.
Pantauan Tribun Manado, Minggu kemarin, di kediaman satu Calon Kumtua Sawangan, Indrakusuma Oley. Pendukung silih berganti berdatangan. Usai beribadah di gereja, para pendukung menuju ke rumah kandidat. Mereka beribadah dan makan bersama.
Kandidat nomor urut 1 ini saat berkampanye mengelilingi Desa Sawangan memakai roda sapi.
Sang istri serta anak setia dan selalu mendukung mantan anggota DPRD Minut ini. Indra demikian ia disapa, mencalonkan diri karena termotivasi oleh sang ibu yang pernah menjabat sebagai kumtua.
"Sosok almarhuma ibu lah yang saya jadikan motivasi. Saya maju untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya saat berbincang dengan Tribun Manado.
Dikatakan bapak tiga anak ini, ada satu kerinduan agar Desa Sawangan bisa jauh lebih baik lagi. Ia menyinggung pengelolaan tata pemerintahan dan pengembangan pembangunan desa. Tujuan besarnya, kata Indra, mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera.
"Memang kita sadari ada persiapan seperti kumpul masa, menyiapkan segala fasilitas pemilihan butuh anggaran. Pengeluaran materi hingga saat ini belum direkap. Kalau di sini kental sekali adat mapalus, baik dari saudara dan pendukung mereka berikan dukungan moril maupun materi," katanya.
Menyiapkan makanan setiap hari untuk pendukungnya, itulah yang dilakukan. "Mereka (pendukung) bantu bahan-bahan buat konsumsi untuk kegiatan selama pemilihan. Selain itu, kami melaksanakan ibadah, bukan karena pemilihan, setiap saat kita ibadah. Justru menjelang pemilihan dari jemaat yang ada di Sawangan mereka jadwalkan ibadah baik GMIM, Katolik, Pantekosta," kata suami dari Shirley Kaunang ini.
Pria kelahiran Airmadidi 22 Oktober 1971 mengajak masyarakat agar bisa melihat visi dan misi dari kandidat. "Melalui ide program dan gagasan, kita tawarkan kepada masyarakat berjuang bersama-sama agar visi terwujud, misi boleh terlaksana," imbuhnya.
Dia berjanji membangun desa tanpa korupsi, bekerja sehat, tepat, menjadi berkat dan sejahtera. *