Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TPID Sulut: Harga Barito Harus Stabil

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) memberi perhatian kepada harga bawang, rica dan tomat (Barito)

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUN MANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Penjual tomat di Pasar Bersehati 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID,CO.ID,MANADO-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) memberi perhatian kepada harga bawang, rica dan tomat (Barito) agar terkendali. Hal ini agar inflasi tiap bulannya dapat dikendalikan dengan baik.

"Kami terus melakukan koordinasi, kepada instansi terkait sampai dengan pedagang untuk menjaga agar stok komoditas barito tetap terjaga," ujar Kepala Biro Ekonomi Sulut Jane Mendur disela Rapat TPID di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (26/4/2016).

Menurut dia, harga barito harus dikendalian, sebab tidak lama lagi akan ada hari raya Idul Fitri, pengucapan sampai dengan Natal yang bisa menaikan harga komoditas tersebut, yang bisa memengaruhi inflasi. "Untuk itu harus dicari permasalahannya agar komoditas tersebut bisa dikendalikan harganya," katanya.

Sedangkan Direktur Pengembangan Usaha PD Pasar Manado Jehiskiel Lairah mengungkapkan upaya menjaga harga bahan pangan di pasar adalah memastikan ketersediaan barang. Menurutnya, pemerintah sudah saatnya menghadirkan cold storage holtikultura, karena ada bahan pangan yang tidak tahan lama.

"Jika adanya cold storage nantinya cabai rawit dan lain-lain bisa dijaga stoknya," tuturnya.

Hal ini karena pihaknya hanya penyedia lokasi untuk pedagang. Sayangnya, keterbatasan infrastruktur menyebabkan jumlah pedagang yang bisa tertampung sedikit. "Kalau diperluas tentu kami bisa menampung banyak pedagang, sehingga harga bisa bersaing," tuturnya.

Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Peter Jacobs mengungkapkan TPID diperlukan untuk mengendalikan inflasi, sebab jika inflasi terkendali pertumbuhan ekonomi bisa terus ditingkatkan.

Kedepan, Bank Indonesia memandang bahwa upaya pengendalian inflasi perlu terus ditingkatkan terutama dengan fokus pada kelompok volatile food.Peningkatan produksi khususnya pada komoditas bumbu-bumbuan seperti cabai rawit tomat sayur dan bawang merah dirasa perlu untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah yang cukup rentan terhadap masalah distribusi dan tata niaga. (erv)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved