Pengemis: Sayang Turun Torang Bukan Pencuri
Pengemis menangis didepan petugas Dinas Sosial Kota Manado saat tertangkap tangan ketika melakukan razia di Pusat Kota Manado.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pengemis menangis didepan petugas Dinas Sosial Kota Manado saat tertangkap tangan ketika melakukan razia di Pusat Kota Manado, Kamis (21/04) sekitar pukul 16.00 sampai 19.00 Wita.
"Pak kita nyanda minta minta (pak saya tidak minta - minta)," ucap seorang pengemis yang menjadi langanan penagkapan Dinas Sosial.
Bak sinetron, masyarakat yang melihat sebagian setuju pada penangkapan. Namun ada juga sebagian berempati dengan kondisi para pengemis ini.
"Biar le pica kapala (walau pecah kepala), saya tidak mau berdiri dari tempat ini," ujar pengemis laki-laki yang mangkal di samping sebuah tokoh kain.
Aksinya pun tak berhenti sampai disitu, beberapa kali ia memutar kendaraan dan memukul kendaraan dengan tongkat, karena pacarnya sesama pengemis diangkut oleh Dinas Sosial. "Sayang turun, jangan takut torang tidak mencuri,"pintanya dengan nada emosi.
Keberanian pengemis ini karena didukung oleh warga sekitar, dimana mereka menilai ada yang lebih layak diamankan dibandingkan para pengemis ini.
"Lebih baik amankan penjual di trotoar yang tidak pernah patuh, kasihan mereka mau cari makan,"kata seorang warga.
Namun aksi tersebut tidak menyurutkan semangat para petugas untuk membersihkan Kota Manado dari para pengemis ini. Sampai sampai kacang dagangannya dan tempat duduk kayu diangkut menggunakan mobil keranjang milik Satpol PP.
"Kita nda trima samua ini, awas ngoni besok, (saya tidak terima semua ini, awas kalian besok),"teriak beberapa pengemis melakukan perlawanan sambil memukul badan kendaraan.
Sementara itu Kadis Dinsos Frangky Mewengkang mengatakan sudah beberapa hari mereka mengejar para pelaku eksploitasi ini, namun masih belum tertangkap.
Apalagi kecurigaan mereka mengarah kepada warga ari luar Sulut yang mangkal di daerah Pasar Bersehati.
"Kami sudah mengendus keberadaan para pelaku eksploitasi ini. Sebab semua pengemis rata - rata berasal dari luar Sulut,"jelas Kadis.
Dia juga sempat menyesali aksi warga yang melokoskan para pengemis ini dari oprasi tersebut. Apalagi sempat terjadi debat dengan petugas lapangan, padahal tujuan mereka untuk membersihkan Kota Manado dari pengemis.
"Percaya atau tidak pengemis di Kota Manado bisa pulang kampung menggunakan pesawat. Bagaimana tidak, sehari saja mereka menghasilkan Rp.700 ribu,"jelas Kadis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengemis-saat-diamankan_20160421_205329.jpg)