Manguni Tangkap Pelaku Teror KM Majestic Manado Lewat SMS
Remaja 15 tahun, ES alias Edgar tak berkutik ketika Tim Manguni Polda Sulut mencengkeramnya.
Penulis: Finneke | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Remaja 15 tahun, ES alias Edgar tak berkutik ketika Tim Manguni Polda Sulut mencengkeramnya.
Warga Barangka Pehe, Tagulandang yang duduk di bangku SMA tagulangdang ini diringkus karena meneror KM Majestic Manado.
Direktur Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, penangkapan ini berawal dari informasi via SMS dari Kepala Dinas Perhubungan Sitaro yang dikirim ke Polsek Sibar Sangihe.
SMS ini sendiri diteruskan dari seorang perempuan bernama Lani, yang bekerja di kantor KM Majestic Manado.
"Balik ke Manado atau kapal akan meledak. Saya ada di kapal ini. Itu isi SMSnya," ujar Kombes Pitra, Selasa (19/4) malam.
SMS itu, kata dia, datang dari nomor handphone yang tidak dikenal. Saat itu, posisi kapal masih berada di Talise, Minahasa Utara, dalam perjalananan menuju Sitaro dan Tahuna.
"Lalu Kapolres Sangihe melaporkan kasus ini ke Kapolda lewat What's App. Kapolda pun langsung memerintahkan saya untuk menangkap pelakukan," ujar koodinator Tim Manguni ini.
Kombes Pitra pun langsung menugaskan Tim Manguni untuk bergerak. Dikatakannya, tim melakukan penyelidikan siber dan berhasil mencitra dari mana sumber handphone. Target pun dikunci.
"Lalu tanpa buang-buang waktu, Tim Manguni Cyber (TMC) yang dipimpin AKP Frelly Sumampouw secara senyap namun akurat meluncur ke lokasi target," ujarnya.
Alhasil, kata Kombes Pitra, besama Polsek Sibar, pelaku teror bom via SMS pada Kapal Majestic ini langsung ditangkap.
"Kami tak menduga, pelakunya hanya seorang anak 15 tahun. Seorang siswa di SMA Tagulandang. Bersamanya kami menyita barang bukti satu buah handphone Samsung Galaxy," tuturnya.
Pengakuan Edgar di hadapan polisi, ia mengakui bahwa motif perbuatannya hanya main-main saja. Kombes Pitra berujar, saat ini pelaku sudah digiring ke Markas Polda Sulut.
"Setelah diinterogasi, ternyata dia hanya main-main saja. Setelah kembangkan di Ditreskrimum Polda Sulut, setelah itu akan diserahkan ke Polresta Mdo untuk proses hukumnya," ungkapnya.
Kombes Pitra mengingatkan kepada semua warga, agar jangan main-main dengan dunia apa. Apalagi indikasi teror atau ancaman. "Karena pasti ada risiko di balik itu," tukasnya.