Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hanya yang Punya Nyali Bisa Tembus Desa Transmigrasi di Boltim

Akses jalan menuju lokasi tersebut dengan kemiringan di atas 50 derajat ini sudah rusak parah.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUN MANADO/ALDI PONGE
TERTUTUP RERUMPUTAN - Sejumlah rumah di kampung transmigrasi Balukut Desa Motangkad sudah tertutup rerumputan dan ilalang. Foto diambil 23 Maret 2016. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengucurkan dana rehabilitasi dan lanjutan pembangunan kampung transmigrasi Balukut di Desa Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sebesar Rp 4,8 miliar.

Dana tersebut dikucurkan setelah lima tahun lokasi transmigrasi tersebut terbengkalai karena tak selesainya pembangunan dalam dua kali tender pada 2011 dan 2012 silam.

Amatan Tribun Manado, lokasi yang berjarak sekitar lima kilometer dari Desa Motongkad ini hanya bisa dicapai dengan sepeda motor trail.

Akses jalan menuju lokasi tersebut dengan kemiringan diatas 50 derajat ini sudah rusak parah. Belum ada pengerasan jalan. Sepanjang jalan tampak lubang menganga yang terbentuk karena aliran air hujan hingga kedalamam satu meter.

Bulukut

Di lokasi transmigrasi tersebut terdapat sekitar 50-an rumah yang terbuat dari papan dengan ukuran sekitar 6x6 meter.

Beberapa sudah ditempati warga yang memiliki lahan perkebunan di lokasi tersebut. Namun sebagian besar sudah tertutup hutan hingga ke atapnya.

"Kalau bisa utamakan dulu jalan ke sini. Dibangun semewah apapun pemukiman ini, kalau akses ke sini tak ada yang bisa datang. Hanya mereka yang punya nyali yang bisa tembus disini dengan sepeda motor," ujar Warga Motongkad San Masie saat ditemui di lokasi tersebut, Rabu (23/3)

Dia mengungkapkan pemukiman tersebut dikerjakan oleh dua kontraktor berbeda pada 2011 dan 2012. Semuanya putus kontrak, penyebabnya antara lain karena akses jalan. Mereka kesulitan mengangkut material.

Bulukut

"Rumah yang dibangun sudah banyak yang rusak karena sudah hampir lima tahun dibiarkan. Rumah lainnya justru hanya pondasi yang terlihat.

"Ada beton diatas pondasi sekitar 50 sentimeter, hanya dikerjakan asal jadi. Mereka bangun jembatan, diterjang banjir langsung patah," kata dia.

Dia mengungkapkan sejumlah warga pemilik lahan keberatan jika semua lahan mereka dicaplok pemerintah dan diberikan kepada warga transmigrasi.

"Kami sudah puluhan tahun disini, lihat cengkeh kami sudah besar. Tak mungkin kami berikan semua. Kalau bisa kami juga diakomodir disini," tuturnya.

Bulukut

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved