Jangan Sembarang Cap Orang Psikopat! Ini Alasannya

Belakangan istilah psikopat juga muncul di beberapa pemberitaan berkaitan dengan kasus-kasus pembunuhan di Indonesia.

Jangan Sembarang Cap Orang Psikopat! Ini Alasannya
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap ada kejadian kejahatan yang melibatkan seseorang yang relatif muda dan tidak diduga menjadi tersangka, kebanyakan orang lalu mulai memikirkan apakah perilakunya psikopat.

Kata psikopat mulai banyak dibicarakan orang ketika mulai menceritakan sikap pembunuh yang dianggap mampu melakukan perbuatan kejinya tanpa menunjukkan rasa bersalah.

Istilah ini mungkin banyak dikaitkan dengan perilaku karakter tokoh Hanibal Lecter di film Silence of The Lambs beberapa tahun yang lalu. Seorang pembunuh berdarah dingin yang memakan juga korbannya dan tidak menunjukkan rasa penyesalan.

Belakangan istilah psikopat juga muncul di beberapa pemberitaan berkaitan dengan kasus-kasus pembunuhan di Indonesia.

Ada kisah sepasang muda mudi yang membunuh mantan kekasih, ada seorang ibu kepada anak dan mungkin belakangan ini dikatakan berkaitan dengan kasus pembunuhan di suatu kedai kopi. Sebenarnya apa psikopat itu?

Gangguan Kepribadian

Istilah psikopat sebenarnya sudah tidak dipakai dalam diagnosis gangguan jiwa menurut DSM terakhir yaitu DSM 5 atau ICD 10.

Istilah psikopat lebih merujuk kepada suatu gangguan kepribadian antisosial yang masuk dalam kode diagnosis F60 di ICD 10. Gangguan kepribadian termasuk gangguan kejiwaan.

Secara umum dikatakan gangguan kepribadian antisosial adalah suatu kondisi mental yang kronis di mana terdapat gangguan yang bersifat destruktif pada cara seseorang berpikir, memahami situasi dan berhubungan dengan orang lain.

Orang dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya tidak menghargai benar dan salah, dan sering mengabaikan hak-hak, keinginan dan perasaan orang lain.

Halaman
1234
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved