Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polda Sulut Libatkan Anjing Pelacak Cari Keberadaan Pelaku Penebas Istri dan Anak

Kini Henny Kambey (40) kondisinya sudah sedikit membaik. Setelah melewati masa kritis di meja operasi.

Penulis: | Editor:
ISTIMEWA
Kini Henny Kambey (40) kondisinya sudah sedikit membaik. Setelah melewati masa kritis di meja operasi. 

Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Kini Henny Kambey (40) kondisinya sudah sedikit membaik. Setelah melewati masa kritis di meja operasi.

Ibu Rumah Tangga (IRT) korban pembantaian suami di Minahasa Utara saat ini dalam proses pemulihan di Irina A Bawah kelas 3 kamar B 10 perempuan RSUP Kandou Manado.

Pantauan Tribun Manado, Jumat (1/4/2016) sanak saudara setia menjaga dan memberikan penguatan suport atas kejadian yang dialami ibu dan anak ini.

Meskipun dirawat di rumah sakit yang berbeda, Henny hingga saat ini terus berdoa agar bisa pulih dan kembali beraktifitas jualan di pasar.

Peristiwa yang dialami ibu dan anak ini, karena mendapat tebasan parang oleh AM alias Abeng (37), warga desa Kaasar, Jaga I, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Bukannya menjadi imam dalam rumah tangganya, justru pria pengganguran itu berubah seperti penjahat yang menakutkan.

Hingga saat ini keberadaan bapak dua anak yang tega membantai istri dan darah dagingnya itu yakni Henny Kambey (40) serta putra sulung bernama Glend Mamahit (17).

Meski masih menahan sakit, Henny menceritakan kejadian saat itu terjadi dikediaman mereka, Rabu (30/3) malam, sekitar Pukul 21.00 WITA.

Hanya karena telepon genggam (HP) yang diberikan oleh putra mereka kepada IRT itu diambil oleh suaminya. "HP Glend belikan buat saya untuk dipakai. HP dibeli pake uang Glen," katanya.

HP dibelikan untuk ibunya dari hasil juara 1 tingkat Sinode Gmim tahun 2016, lomba lari 5 km kategori remaja taruna. "Dari hasil juara itulah Glen dapat uang dan beli HP," katanya sembari berurai air mata.

Masih terus menangis, namun ibu malang ini tetap saja menceritakan awal dari tragedi tersebut.
Saat itu suaminya mengambil HP tersebut. Karena dia (pelaku) sudah beberapa hari pakai hp, karena kerjaannya hanya otak atik HP kemudian, Henny menegur untuk berhenti sejenak karena hp itu sudah panas. "Dia (pelaku) tidak terima masukan saya, dia malah banting sampai rusak," Terangnya.

Glend kesal atas perbuatan ayah. Sontak langsung menegurnya dan meminta untuk mengganti HP yang rusak itu. Disitulah pelaku yang ternyata sudah dipengaruhi alkohol langsung mengambil parang dan menyerang putranya itu.

Melihat putra kesayangannya telah diparang oleh ayahnya sendiri, tentu saja sang ibu mencoba menolongnya. Namun bukannya pelaku berhenti dari aksinya, justru tindakannya semakin menjadi-jadi. "Selesai dia pukul pakai parang sama Glen di kaki, kemudian kita hadang. lalu saya perintahkan pada Glen untuk lari cari pertolongan," ungkap Henny.

Abeng kemudian mengejar Glend namun gagal mengejarnya. Giliran sang istri yang jadi sasaran, IRT ini yang melihat suaminya datang mengejarnya, korban mencoba melarikan diri. Sayangnya, beberapa meter setelah itu korban terjatuh dan tanpa belas kasihan ibu malang ini langsung ditebas beberapa kali oleh pelaku mulai dari tangan, wajah, kepala serta tubuh bagian belakang hingga ibu malang itu bersimbah darah.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri entah kemana. "Saya tidak bisa pikir terjadi seperti ini, saya tidak tahu juga kalau dia punya ilmu hitam. Saya tidak tahu isu yang beredar seperti itu," katanya lagi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved