Breaking News:

Melihat Isi Kapal Listrik Karadeniz Powership Zeynep Sultan

Ada enam uap sebagai tempat mesin pembangkit tenaga listrik.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/FIONALOIS WATANIA
Zeynep Harezi, Business Development Karpowership Company Limited dan Zeynep Harezi, Business Development dalam ruangan kontrol Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan. Foto: Fionalois Watania, Jumat (1/4-2016) 

Laporan wartawan Tribnun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG- Usai mengadakan media visit disejumlah media cetak lokal yang ada di Manado, Kamis (1/4) pimpinan dan jajaran Perusahaan Kopowership Company Limited mengadakan tur Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan, pihak media diajak berkunjung di dalam kapal untuk melihat langsung bagaimana sistem serta cara kerja enginer.

Bagian luar kapal tampak besar dan panjang. Ada enam uap sebagai tempat mesin pembangkit tenaga listrik. Untuk masuk ke dalam kapal harus menggunakan perahu kecil menuju tangga kecil pada bagian kapal sebagai satu-satunya akses masuk kedalam.

Kapal yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yang mengoperasikan armada Powership ini berlabuh di Amurang sejak 23 Januari yang lalu. Selama sekitar satu setengah jam tur berlangsung yang dimulai dari ruang kontrol.

Momen kebersamaan tercipta saat makan bersama. sambil menikmati makanan, Ufuk Berk, Regional Director Asia menjelaskan ruang kontrol berfungsi untuk memantau langsung kinerja mesin. Terdapat beberapa monitor dengan banyak CCTV yang merekam bagian luar kapal.

"Disini para staf memantau 1x24 jam dan bekerja dengan sistem shift. Terdapat monitor khusus memantau voltase dan frekuensi listrik," jelasnya dalam bahasa Inggris yang lancar.

Ada 54 pekerja enginer dari Turki dan 15 orang dari Indonesia yang menjalankan sistem serta mesin. Tribun Manado pun berkesempatan memasuki ruangan mesin yang jauh lebih besir daripada ruangan kontrol.

Sebelum memasuki ruangan mesin, faktor kemanan sangat diperhatikan. Pembagian kertas yang berisi peraturan yang harus diikuti dibagikan terlebih dahulu. Penutup telinga juga dibagikan karena suara mesin yang sangat ribut.

Terdapat enam mesin yang beroperasi. Satu mesin dapat menghasilkan 20 Megawatt listrik. Proses pengaliran listrik terjadi secara bertahap. Satu per satu mesin dipasang dan ditunggu hingga tersinkron dengan baik. Ada dua sub station yang dibangun sejak satu bulan yang lalu dengan menghubungkan empat kabel ke PLN.

Saat ini pasokan listrik yang dipasok sudah 120 Megawatt dengan kata lain sudah bisa mencakup 28 persen kebutuhan listrik yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

Zeynep Harezi, Business Development mengatakan sangat berterimakasih bisa bekerjasama dengan pihak PLN.

"Kami sangat senang bisa bekerjasama. Para staf yang ada sudah sangat mengerti dan sangat memahami tugas masing-masing sehingga proses penyambungan dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved