Novena IYD Kevikepan Tombulu
Pasukan Kabasaran langsung mengambil tempat di sebelah kiri dan kanan panti imam (daerah sekitar altar) gereja Santo Antonius Kali, Minahasa.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pasukan Kabasaran langsung mengambil tempat di sebelah kiri dan kanan panti imam (daerah sekitar altar) gereja Santo Antonius Kali, Minahasa, Jumat (11/3).
Rombongan penari dari Orang Muda Katolik (OMK) paroki itu terus berada di bagian depan altar dengan "penjagaan" pasukan itu sambil menari. Prosesi itu menjadi bagian awal kejutan dalam misa Novena Indonesian Youth Day (IYD) di paroki itu.
Kejutan belum berakhir sampai di situ. Musik kolintang dan lagu inkulturasi Tombulu karya Titus Loho mewarnai misa tersebut.
"Empung Wailan iraraateme nikaie (Tuhan Kasihanilah kami). Yesus impah zakutong empung iraraateme nikae (Yesus kasihanilah kami)," demikian syair satu lagu ordinarium (lagu misa awal) yang dibawakan paduan suara umat Kali ituu.
Natura (persembahan dari hasil alam umat) juga dibawakan dalam tarian. Bahkan beberapa bagian Doa Syukur Agung (DSA) dibawakan dalam bahasa Tombulu.
Setiap kali bel dan lonceng berbunyi dalam doa itu, para penari kabasaran membunyikan juga lonceng di pedang dan bagian tubuhnya. Semua berpadu membentuk harmoni yang indah.
Adanya misa inkulturasi itu mempertegas baliho selamat datang ke desa wisata religi Kali di letakkan di ujung kampung. Kehadiran Kristus dalam peristiwa inkarnasi (Allah menjadi manusia, dalam dunia dengan budaya tertentu) dimaknai Gereja juga dalam inkulturasi (masuk dalam budaya setempat).
Pastor Rein Saneba, pastor Paroki Kali menginginkan agar kegiatan IYD menjadi daya pikat, berkat bagi orang lain. Ia ingin OMK menjawab panggilan Tuhan.
"Anda dibutuhkan Yesus. Cintai dan rayakan," katanya.
Pastor Rein mengangkat bacaan Kitab Suci dalam kalender liturgi Gereja Katolik pada hari itu. Dalam bacaan itu diceritakan Yesus bertanya kepada Petrus apakah ia mencintai-Nya.
"Mudah-mudahan OMK bisa menjawab itu. Juga masuk dalam panggilan hidup bakti (imam, biarawan-biarawati)," ujarnya.
Demi Yesus kata Pastor Rein, OMK harus siap mengabdi. Mereka harus selalu bisa mengatakan "Yesus aku cinta pada-Mu,"
Sebelum misa itu diadakan rekoleksi bagi koster dan seksi liturgi. Iwan Lalamentik, dari komisi kataketik Keuskupan Manado mengatakan menjadi koster dan seksi liturgi itu bukan kebetulan tapi penyelenggaraan ilahi.
"Petugas liturgi itu perpanjangan tangan imam, imam perpanjangan tangan uskup, uskup perpanjangan tangan paus. Semua mengambil bagian dalam tugas Yesus secara luas," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/novena-omk_20160315_174213.jpg)