Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramlah Klaim Panen Padi di Motongkad Meningkat

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengklaim panen padi di Desa Motongkad bersatu meningkat.

Penulis: Aldi Ponge | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengklaim panen padi di Desa Motongkad bersatu meningkat.

Kepala Distanak Boltim, Ramlah Mokodompis mengatakan terjadi peningkatan hasil panen padi di Desa Motongkad. Kendati adanya keluhan warga terkait serangan hama Walang Sangit dan menyebabkan gagal panen. "Hasilnya melampaui target, kami targetkan enam ton per hektar. Hasil panen justru melampauinya," beber Ramlah, pada Jumat (4/3)

Katanya, adanya hama walang sangit tak menyebabkan gagal panen. Dinasnya melalui penyuluh terus melakukan pendampingan dan melakukan upaya agar tak terjadi kegagalan panen yang merugikan petani.

"Informasi petani gagal panen tidak benar. Buktinya hasil panennya maksimal, bahkan melebihi target 7 ton per hektare," ungkapnya.

Dia mengklaim keberhasilan panen tersebut karena petani mengikuti tatacara penanaman padi yang dianjurkan pemerintah.

"Sudah terbukti dengan mengikuti anjuran penyuluh. Cara penanamanya menggunakan sistem jajar legowo, serta penggunaan pupuk yang seimbang," jelasnya.

Dia pun berharap agar petani Boltim bisa menjadikan Persawahan Motongkad sebagai percontohan agar berhasil. "Kami berharap hasil panen ini bisa dijadikan contoh petani lainya agar keuntungan petani bisa meningkat serta kesejahteraan segera terwujud," bebernya.

Boltim tahun ini mendapatkan bantuan cetak sawah baru dari pemerintah pusat sekitar 150 hektar diperuntukan bagi lahan yang jelas kepemilikannya. "Petani terus mendapatkan bantuan bibit padi, handtractor, mesin penanam padi, mesin perontok dan bantuan lainnya dari pemerintah. Saluran irigasi di Boltim terus kami tingkatkan," tegasnya.

Sebelumnya petani Desa Motongkad mengeluhkan lahan padi mendapat serangan hama walang sangit. Sehingga menyebabkan kerugian karena gagal panen.

Seorang warga bernama Ris Mamonto mengaku sudah merugi hingga puluhan juta rupiah. Katanya hampir 70 persen persawahan di Motongkad yang mencapai delapan hektar sudah mulai diserang hama tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved