Kalau tak Dirawat, Makam Bogani Bisa Hilang Tertutup Rumput
Tempat pariwisata menjadi tempat tujuan bagi seluruh turis baik lokal, nasional, dan internasional dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Bolmong.
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Tempat pariwisata menjadi tempat tujuan bagi seluruh turis baik lokal, nasional, dan internasional dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Bolaang Mongondow.
Paman Thomas (46) warga Desa Passi II penjaga satu diantara tempat wisata di Bolmong yakni makam Bogani yang terletak di Passi II, berkata sudah puluhan tahun menjaga makam Bogani ini.
"Saya mengharapkan Instansi terkait dapat memperhatikan peninggalan sejarah ini terlebih renovasi serta perawatan fasilitas makam serta akses jalan menuju makam," ucapnya.
Paman sangat berharap pemerintah bisa memperhatikan setidaknya adanya biaya perawatan makam karena lokasi ini banyak dikunjungi wisatasan lokal dan nasional. "Jika makam ini tidak dijaga dan dibersihkan pastinya cepat atau lambat peninggalan ini akan hilang tertutup daun," tuturnya.
Letaknya kurang lebih 7 km dari Kotamobagu ke arah Passi II, bisa diakses menggunakan kendaraan khas Kotamobagu yakni bentor atau menggunakan kendaraan pribadi.
Berdasarkan cerita rakyat Bolmong, Bogani atau pemimpin masyarakat pada masa lalu diabadikan dalam bentuk patung sebagai lambang kebesaran nenek moyang masyarakat Bolaang Mongondow.
Patung ini dibangun di pusat kota Kotamubagu sebagai ibukota pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow, tapi sekarang sudah menjadi Kota Kotamobagu.
Berdasarkan penuturan Paman Thomas, Bogani diyakini oleh masyarakat Bolaang Mongondow sebagai tokoh pada masa lalu meninggal dan dimakamkan di puncak bukit Bogani, di Kecamatan Passi.
Diketahui ada dua sebutan untuk Bogani bagi laki-laki dan Bigani untuk perempuan. Dari bahasa purba Mongondow, diartikan Bogani adalah manusia yang bisa menghilang.
"Artinya Bogani itu manusia yang bisa menghilang. Mereka pun dipilih karena sifat dan sikap mokodotol atau patriotisme yang dimilikinya," terang Paman.
Ada satu semboyan yang menjadi sebuah prinsip bagi para Bogani. Prinsipnya yakni tampangan dodot atau artinya pemimpin dulu yang harus mati baru sesudah itu rakyat.
"Jika orang hatinya bersih saat mendatangi makam Bogani dapat melihatnya, sebab beberapa orang yang datang sering melihat bayangan sesosok pria besar di area makam Bogani," tandas Paman.
Terlepas dari itu, pemandangan Kota Kotamobagu dan sekitarnya dapat terlihat dari bukit dekat dengan makam Bogani. "Saya bersama teman beberapa kali mengunjungi tempat ini karena pemandangannya bagus dan sekalian berkunjung ke makam Bogani," ujar Vita satu diantara warga Desa Poopo.
Vita bersama teman-teman datang untuk mengabadikan lokasi makam dan berfoto-foto dilatar pemandangan Kotamobagu. "Saya berharap adanya perbaikan infrastruktur jalan menuju makam dan lokasi pemandangan sehingga lebih banyak lagi wisatawan lokal dam nasional bisa berkunjung di Bolmong khususnya di Makam Bogani," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/makam-bogani_20160303_160523.jpg)