Pengemis Dilarang Masuk Kotamobagu
"Susah berkomunikasi dengan mereka. Namun ada satu anggota Pol PP yang bisa berbahasa Madura."
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Tiga pengemis lanjut usia ditemukan Pol PP Kota Kotamobagu, Sabtu (13/2/2016) di Kompleks Pasar Serasi Kotamobagu.
Selanjutnya para pengemis yang terdiri dua nenek dan satu kakek tersebut dibawa ke Kantor Pol PP untuk dimintai keterangan.
Pemeriksaan tak maksimal karena terkendala komunikasi. Para lanjut usia ini tak lancar berbahasa Indonesia, mereka menggunakan bahasa Madura.
"Susah berkomunikasi dengan mereka. Namun ada satu anggota Pol PP yang bisa berbahasa Madura, namun tak semua pertanyaan dijawab para lansia ini. Berdasarkan informasi mereka dari Madura, dicurigai ada bos yang menyuru, untuk itu sementara kami selidiki," ujar Kasi Ops Pol PP Bambang Dachlan.
Lanjut Bambang, pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini. "Untuk sementara dari pengakuan mereka, ada satu orang yang merupakan bos dari mereka," ujarnya.
Para pengemis tersebut baru empat hari tinggal di Kotamobagu.
"Sejak Selasa Malam mereka tiba di Kota Kotamobagu. Mereka dilepas di Areal Pasar Serasi.
Sesuai keterangan mereka, setiap hari dari mengemis bisa mendapatkan Rp 35 ribu sampai Rp 75 ribu per hari," ujar Bambang.
Selama berada di Kotamobagu empat hari lamanya, mereka hanya menginap di Masjid di Lorong Kembang.
"Yang kakek bernama Syalam (70), dan dua orang nenek berusia masing-masing 75 tahun berasal dari Madura Jawa Timur," ungkap Bambang.
Kadis Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kotamobagu Haris Podomi mengatakan bahwa jika ada pengemis itu bukan masyarakat Kotamobagu.
"Masyarakat sampai saat ini, berdasarkan pemantauan tidak ada yang menjadi pengemis. Sehingga kita tidak menanggarkan dan memogramkan dana untuk pengemis," ujarnya kepada Tribun Manado, Minggu (14/2/2016).
Lanjutnya, jika memang ada pengemis di Kota Kotamobagu itu bukanlah masyarakat Kotamobagu.
"Mereka itu bukan masyarakat Kotamobagu, mereka dari luar daerah yang didatangkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Haris.
Haris mengatakan, tindakan pemerintah Kota Kotamobagu kepada pengemis yang datang dari luar daerah tersebut yakni mengimbau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengemis_20150728_213328.jpg)