Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mafia Penjualan Ginjal Terbongkar, Pelaku Dulunya Korban, Ngeri! Dokter Terlibat, Ini Targetnya

"Awalnya AG dan DD korban, tapi lama-lama malah bergabung ke HR dan mencarikan orang yang mau mendonorkan ginjal."

Tayang:
Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dua dari tiga pelaku penjualan ginjal yang telah ditahan polisi, dulunya adalah korban penjualan ginjal.

Mereka adalah AG atau Amang (38) dan DD atau Dedi (43). Keduanya menjalani operasi pengangkatan satu ginjal setelah direkrut oleh HR atau Herry, perantara penjualan organ tubuh.

Keterangan bahwa AG dan DD adalah korban penjualan ginjal diungkap oleh Osner Johnson Sianipar, kuasa hukum ketiga pelaku.

Osner mengatakan, setelah operasi pengangkatan satu ginjal, kondisi kesehatan AG dan DD baik-baik saja.

Selama menjadi penghuni ruang tahanan Bareskrim Polri, keduanya juga senantiasa dalam keadaan sehat.

AG dan DD menjual ginjalnya sekitar setahun lalu. Keduanya tidak saling kenal. Namun mereka memiliki motif yang sama yakni butuh uang.

Kala itu, HR membayar ginjal mereka seharga Rp 90 juta per orang. Sedangkan HR menjual organ tubuh tersebut sekitar Rp 300 juta.

"Awalnya AG dan DD korban, tapi lama-lama malah bergabung ke HR dan mencarikan orang yang mau mendonorkan ginjal. Keduanya tertarik bergabung karena imbalannya besar. Selama ini, imbalan dari HR dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka," beber Osner di Jakarta, Jumat (29/1).

AG berlamat di Kampung Kubang RT.01/08, Majalaya Kabupaten Bandung, Jabar. Sedangkan DD mengaku warga Desa Panjalu, Kecamatan Sukasenang, Kabupaten Ciamis, namun alamat di KTP tertulis Kampung Babakan Tengah RT 01/04 Desa Nanjung Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Osner mengatakan, AG dan DD mencari mangsa di kampung masing-masing ataupun melebar ke wilayah lain di antaranya Majalengka, Soreang, dan Garut.

"AG dan DD datang ke kampung-kampung, mereka cerita untuk meyakinkan warga bahwa hidup dengan satu ginjal tidak masalah, buktinya AG maupun DD yang telah menjual salah satu ginjalnya, sehat-sehat saja. Memang pas kerja berat, mereka sedikit kelelahan, tapi tidak sampai ambruk," tuturnya.

Osner menambahkan AG dan DD mencari warga yang miskin lalu diiming-imingi imbalan puluhan juta rupiah jika mau menjual salah satu ginjalnya.

Profesi orang-orang yang direkrut AG dan DD di antaranya sopir, petani, dan tukang ojek. Seluruhnya berumur antara 20-30 tahun. 

Ada Dugaan Dokter Terlibat

Selama ketiga pelaku, HR, AG, dan DD bekerja sama, mereka telah merekrut 11 orang yang bersedia menjual ginjalnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved