Murid-murid Datangi Kantor DPRD Minta Kepala Sekolah Segera Diganti
Saya tidak ingin berkomentar banyak, namun saya siap menerima risiko yang ada
Penulis: | Editor:
MANADO, TRIBUN - Para siswa SMK Negeri IV Manado, Sulawesi Utara, Selasa, mendatangi Kantor DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasi menolak oknum kepala sekolah.
"Kami menolak kembalinya kepala sekolah Jeane Sanger, apapun alasannya karena banyak tindakannya merugikan siswa," kata perwakilan siswa, Sartika, di ruang rapat paripurna, Selasa, kemarin.
Sartika yang mewakili teman-temannya dalam tuntutannya minta agar dinas pendidikan sebagai instansi yang mengurus hal tersebut memperhatikan aspirasi mereka itu agar SMK IV dapat menjadi sekolah yang berprestasi.
"Kami juga minta agar Plt kepala sekolah yang ada sekarang tetap dipertahankan dan menuntut agar pihak yang berwajib mengusut penggunaan dana BOS dan komite," katanya.
Dia menyebutkan sejumlah dugaan kesalahan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah SMK VI, seperti mendesak siswa membayar uang komite lewat kepala sekolah sampai menagih ke rumah siswa, tidak membayar honor guru sehingga tenaga honorer yang mengajar mata pelajaran teknik komputer jaringan, tidak mengajar.
"Oknum kepala sekolah juga menghentikan kegiatan ekstra kurikuler, seperti sanggar seni sekolah yang punya banyak prestasi, menghentikan pembayaran honor penyiar radio VOX, yang merupakan sarana belajar praktik bagi siswa jurusan teknik broadcasting dan satu-satunya di Sulut dan penggunaan dana BOS dan komite yang tidak jelas," katanya.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Manado Sonny Lela mengatakan dinas pendidikan kota harus segera metindaklanjuti dengan menindak tegas kepala sekolah karena merugikan siswa.
"Kami juga mau dia segera diganti, sebab akibat perbuatannya lebih dari empat ratus siswa sekolah tersebut tidak mendapatkan haknya dengan maksimal dan menyulitkan siswa," katanya.
Namun, Lela memberikan pengertian kepada para siswa tersebut, bahwa ada regulasi baru yang mengatur mutasi dan penempatan kepala sekolah SMA sederajat adalah kewenangan pusat dan di daerah dilaksanakan oleh gubernur, maka pihaknya berkordinasi dengan DPRD provinsi untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan hal tersebut.
Konflik di SMK 4 Manado yang tidak pernah berakhir membuat Wali Kota Manado Royke Roring angkat bicara. Menurut dia, hari ini telah dilaksanakan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan pihak sekolah terkait, untuk mencari solusi.
Kemudian ia memastikan mulai besok Kepala Sekolah SMK 4 Jean Sanger MPd akan diganti. Hal ini dilakukan karena sudah tidak ada lagi keserasian siswa, guru dan, kepala sekolah.
"Memang sudah sangat sulit dipertemukan lagi antara Kepsek SMK4 dengan para murid. Saya sangat menyesalkan akan kejadian ini, dimana pihak sekolah sudah melibatkan siswa. Merekalah yang menjadi korban atas konflik ini," ucap Wali Kota Manado.
Wali kota menuding bahwa ada yang mengontrol para siswa ini dari lingkungan sekolah. Menurut wali kota tidak akan mungkin siswa sekolah ini berani bertindak tanpa mendapatkan dukungan dari guru dan sebagainya.
"Yang jelas ada oknum yang berperan sebagai eksekutor. Walaupun demikian kami juga tidak bisa mengembalikan Kepala Sekolah lama ini ke tempat asalnya, apalagi dia sudah mendapatkan penolakan," ungkap wali kota.
Sementara itu Kepala Sekolah Jean Sanger yang dimintai tanggapan hanya bisa pasrah dan menerima jika keputusannya untuk dipindahkan.
"Saya tidak ingin berkomentar banyak, namun saya siap menerima risiko yang ada," ungkap Jean dengan mata berkaca-kaca. (*)