Polisi Tembak Betis Sindikat Curanmor Ini saat Melawan
Tim Manguni Tiga kembali melakukan gebrakan dengan melumpuhkan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) .
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID.MANADO - Tim Manguni Tiga kembali melakukan gebrakan dengan melumpuhkan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang memang sudah lama diendus tim dibawa pimpinan Ipda Adrianus Untu ini, Jumat (8/1).
Tersangka Curanmor Regian alias RR (23), warga Tri Mitra,Wewin, Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa ditembak di kaki bagian kiri saat berusaha melarikan diri.
Sebelum tertangkap diperoleh informasi tersangka yang dikenal Curanmor Kelas Kakap ini melakukan transaksi di Langowan, Kamis (7/1). Tim dibawa pimpinan Ipda Adrianus langsung bereaksi dengan menuju ke lokasi.
Begitu tertangkap, tim melakukan pengembangan barang bukti. Saat itulah Regian berusaha melarikan diri, kemudian dibuahi timah panas di betis kaki kiri dan kaki kanan.
Pelaku yang sudah memiliki anak satu ini saat ditemui di RS Bhayangkara mengaku kapok melakukan pencurian sepeda motor dan kendaraan.
Regian mengaku sudah sejak 2013 masuk komplotan Curanmor. "Saya hanya bergabung dengan MP dan ET sejak 2013. Kemudian saya lari ke Jakarta, belum lama ke Manado dua bulan di Manado saya sudah ambil 6 kendaraan bermotor, '' ujar pria bertato ini.
Lanjut pria memiliki badan subur ini, dia dan rekannya sudah mencuri 104 kendaraan bermotor. "Kalau motor dijual Rp 4.5 juta, mobil jual di toli-toli Palu Rp 25 juta." Katanya.
Regian mengaku mendapati mobil di lokasi Wanea Plaza."Ada teman saya yang menyewa mobil disana. Karena mereka tidak ada SIM, jadi saya yang mengemudi kemudian bawa lari mobilnya. Saya kapok, ini terakhir kali saya melakukan ini, '' ujarnya sambil menahan sakit di kakinya.
Barang bukti yang berhasil diamankan yakni sepeda motor Honda CB 150 R putih hitam dan sepeda motor Byson hitam serta mobil Avanza abu-abu Metalic.
Bukan hanya Regian ditangkap, kawannya yakni Stevi alias SK (15) warga sama ikut ditangkap akibat turut melakukan aksi pencurian.
Sesuai pengakuan remaja ini, selain ikut bersama Regian, ia juga ikut melakukan aksi bersama N, bota dan bombom. "Saya hanya disuruh jaga dan melihat situasi, kalau N yang jual, bota dan bombom yang ambil sepeda motor," katanya.
Ia mengaku, mendapat hasil curian senilai uang Rp 200 ribu."Saya dua kali ikut dengan mereka. Hasil curian kami bagi dan dipakai pesta pora," ujarnya menambahkan.
Direskrimum Polda Sulut Kombes Pitra Ratulangi mengatakan, tersangka dibuahi timah panas karena melawan petugas saat penjemputan barang bukti. "Masih ada barang bukti lainnya. Kami lakukan pengembangan dan masih ada pelaku yang berkeliaran diluar, '' ujar Ratulangi.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat, jika ada yang merasa kehilangan kendaraan bermotor segera datangi Mapolda Sulut