Semburan Lumpur Panas di Tomohon Disertai Bunyi Letupan, Ini Analisa Sementara PT PGE
Kepolisian pun sudah memasang garis polisi untuk menghalangi akses masuk ke dekat sumber semburan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Fransiska_Noel
"Sudah diusulkan ke GM agar tanah bisa dibebaskan," katanya.
Julian Lendeng, Humas PT PGE mengungkapkan, PT PGE sudah mengambil langkah untuk menembukan penyebab terjadi semburan.
"Kami sudah lakukan observasi dan penelitian yang komprehensif. Petugas kami tiap hari mengamati perkembangannya," sebutnya.
Perisitiwa semburan di cluster 24 itu kata Lendeng sejauh ini belum ada kesimpulan apa manifestasi alam itu disebabkan oleh pengeboran panas bumi di lokasi itu.
Untuk menelitinya, PT PGE sudah memidahkan sebuah alat untuk memeriksa sumur pengeboran dekat lokasi kejadian.
Ia langsung membantah kejadian ini seperti yang terjadi di Lapindo. Selain itu dari hasil observasi tidak ditemukan gas berbahaya, untuk memastikannya sllau dilakukan pengukuran.
Menyangkut kepastian penyebab kejadian itu kata Lendeng baru akan dikethaui sekitar Januari mendatang. Dalam seminggu ke depan ini, PT PGE akan melakukan penelitian.
"Sementara ini kami masih sebut itu sebagai manifestasi. Di sana daerah manifestasi panas bumi. Di bukit kasih juga ada seperti ini, cuma yang di cluster 24 cukup besar," sebutnya. (Tribun Manado/Ryo Noor)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/polisi-police-line-lokasi-semburan_20151222_000425.jpg)