Aston Villa vs Arsenal, Reuni Murid dan Guru
Manajer asal Perancis itu akan beradu strategi dengan Remi Garde, juru taktik Aston Villa yang merupakan mantan anak asuhnya di Arsenal.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pertandingan akhir pekan ini akan menjadi laga spesial bagi Arsene Wenger.
Manajer asal Perancis itu akan beradu strategi dengan Remi Garde, juru taktik Aston Villa yang merupakan mantan anak asuhnya di Arsenal.
Pertemuan kedua sosok ini membuka kembali kenangan 19 tahun silam saat Garde berada di bawah asuhan Wenger. Wenger yang kala itu juga baru bergabung dengan tim Meriam London, menjadikan Garde sebagai rekrutan pertamanya.
Saat bergabung ke Arsenal pada 30 September 1996, Wenger memang membuat perubahan besar di klub London Utara tersebut.
Salah satunya adalah dengan memborong para pemain asal Perancis ke Stadion Highbury -markas Arsenal kala itu. Garde ketika itu bersama Patrick Vieira, adalah pondasi awal revolusi Perancis ala Wenger di Arsenal.
Garde diboyong dari Strasbourg, sementara Vieira didatangkan dari AC Milan.
"Saya ingat ketika Garde pertama kali datang ke Arsenal, dia datang bersama Patrick Vieira di tahun 1996.Anda dapat mengatakan itu adalah permulaan dari revolusi Perancis di Arsenal," kenang Martin Keown, rekan Garde sewaktu di Arsenal.
Garde sendiri hanya bertahan tiga musim di Highbury, dengan hanya membuat 31 kali penampilan tanpa menghasilkan satu gol pun.
Selain karena statusnya yang hanya sebagai pelapis, cedera dan usia yang tak lagi muda membuat Garde tak terlalu bersinar di Arsenal.
Namun demikian, perannya tak bisa dipandang sebelah mata. Sosok yang kini berusia 49 tahun itu adalah 'pengawal' revolusi Perancis rancangan Wenger.
Saat itu, kedatangan Wenger memang kurang mendapat sambutan sambutan dari para penggawa The Gunners. Kapten Arsenal kala itu, Tony Adams, bahkan terang-terangan mengejek Wenger seperti guru sekolah.
Di sinilah Garde berperan. Pria yang pensiun pada Juni 1999 itu menjadi katalisator Wenger dengan para penggawa Arsenal.
Dengan adanya Garde, proses integrasi Wenger dengan para pemainnya berlangsung lancar.
Hal itu kemudian terbukti dengan keberhasilan Wenger membawa Arsenal merebut double winners (Liga Inggris dan Piala FA) di musim 1997/98, musim keduanya membesut Arsenal.
Suka tidak suka, ada peran Garde dalam keberhasilan tersebut.