Waspada Uang Palsu Jelang Pilkada
Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi uang palsu kepada masyarakat, untuk mengantisipasi peredaran menjelang pilkada pada 9 Desember.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi uang palsu kepada masyarakat, untuk mengantisipasi peredaran menjelang pilkada pada 9 Desember mendatang.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rupiah," ujar Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) Peter Jacobs, Jumat (26/11/2015)
Jacobs menambahkan hal ini dilakukan agar masyarakat semakin mengenali perbedaan uang asli dan palsu. Sebab biasanya menjelang pilkada akan meningkat. Biasanya menjelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan uang palsu.
Oleh karena itu, sosialisasi dan kas keliling akan terus dilakukan baik terhadap swalayan, pasar tradisional ataupun di ruang publik lainnya, sehingga warga semakin teliti jika menerima uang.
Selain itu, pihaknya saat ini telah bekerjasama dengan BNN dalam menyosalisasikan uang palsu. "Jika masyarakat semakin paham ciri-ciri uang asli, akan meminimalisir peredarannya,"katanya.
Hingga posisi Oktober 2015 ada sebanyak 262 lembar uang palsu yang ditemukan di Sulut, dengan berbagai pecahan, mulai dari 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu sampai dengan 10 ribu. "Yang paling banyak adalah pecahan Rp 100 ribu," tuturnya.
Untuk itu pihakya terus berupaya meminimalisir peredaran uang palsu dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyaraka. "Sedangkan untuk penindakan diserahkan langsung ke pihak kepolisian," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/uang-palsu-di-kotamobagu.jpg)