Teluk Manado Seperti Tong Sampah, "Kita Undang Tamu tapi Kotor, Malu!"
"Kita tingkatkan SDM yang ada, serta perbaiki destinasi wisata. Saat ini kami sedang menganggarkan dana untuk memperbaiki destinasi wisata."
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pesisir laut di Manado seakan menjadi tong sampah.
Pantai-pantai terlihat kotor dengan sampah-sampah yang berserakan. Belum lagi kotoran yang terapung di laut.
Demikian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara (Sulut) Joy Korah utarakan, Sabtu (21/11).
"Objek wisata kita banyak. Sayangnya, sampah merusak pemandangan," ujar Joy.
Ia mencontohkan Bunaken. Namun kata dia, sampah-sampah tersebut bukan bersumber dari warga Bunaken.
"Tidak mungkin mata pencaharian mereka akan dirusak sendiri. Sampah-sampah itu datang dari sungai yang sampai ke laut dan pulau-pulau," dia memanAbahkan.
Dia mengatakan, perhatian dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan.
"Kalau objek wisata kita bersih pasti ekonomi daerah meningkat. Wisatawan pun bisa beli kuliner dan sovenir dari daerah kita, serta ramai-ramai datang," kata Joy.
Dia juga mengatakan, program yang digalakkan penjabat gubernur, 'Marijo ka Manado', harus didukung dengan kelengkapan infrastruktur objek wisata.
"Baru namanya saja Marijo ka Manado. Itu sebagai undangan. Kalau diundang tamu datang tapi objek wisata buruk atau kotor kan malu," jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengatakan akan melakukan pembenahan di objek-objek wisata.
"Kita tingkatkan SDM yang ada, serta perbaiki destinasi wisata. Saat ini kami sedang menganggarkan dana untuk memperbaiki destinasi wisata," ujarnya. (Tribun Manado/Valdy Suak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sampah-mengapung-di-laut_20151122_113930.jpg)