Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu: Persembahan Wujud Syukur

Satu bentuk pengungkapan syukur kita kepada Tuhan Allah yang merupakan sumber segala berkat, yaitu memberi persembahan.

Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Fransiska_Noel
Net
Ilustrasi 

Pdt Rinneke Lagurue-Maramis MTh

Pendeta GMIM Kharisma Buha
(Ulangan 26:1-11)

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Satu bentuk pengungkapan syukur kita kepada Tuhan Allah yang merupakan sumber segala berkat, yaitu memberi persembahan.

Ketika kita memberi persembahan, maka pemberian itu harus dilandasi dengan ketulusan dan kejujuran.

Juga dengan memahami bahwa kita memberi persembahan, sebagai wujud syukur dan sukacita kita atas kasih, anugerah dan berkat Tuhan, yang sudah Dia berikan dalam hidup kita, dan ini menunjukkan bahwa kita tidak melupakan Tuhan sebagai pemberi berkat.

Dalam kitab Ulangan 26:1-11, menyatakan tentang salah satu ketetapan Tuhan Allah bagi kehidupan umatNya Israel, ketika mereka telah masuk dan tinggal di negeri yang dijanjikan Allah yaitu Kanaan.

Melalui Musa, maka Allah mengingatkan umatNya, untuk mempersembahkan hasil pertama dari segala usaha mereka.

Perintah atau ketetapan Allah ini, bukan untuk kepentingan Allah, tetapi lebih dipahami sebagai bentuk pengucapan syukur kepada Allah atas kemurahanNya yang besar, yang telah membebaskan, menuntun dan menyertai umatNya, keluar dari tanah Mesir, dalam masa pengembaraan bahkan ketika diperkenankan Tuhan untuk masuk di tanah Kanaan.

Umat juga hendak diarahkan untuk memahami bahwa Allah adalah pemberi hidup, Dialah yang menganugerahkan segala yang diperlukan, sehingga ketika umat mempersembahkan hasil pertama mereka di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada mereka, itu merupakan milik Allah, juga sebagai tanda bahwa hanya karena kemurahan dan kebaikan Allah, mereka ada di negeri yang telah dijanjikan oleh Allah.

Karena itu, Allah juga menetapkan bagaimana seharusnya persembahan itu diberikan.

Persembahan itu harus ditaruh didalam bakul, kemudian bakul itu diserahkan kepada Imam, menunjukkan bahwa (Israel telah memiliki negeri itu sesuai dengan janji Allah).

Sesudah itu, ada ungkapan doa yang isinya hendak mengingatkan kembali karya-karya agung Allah, yang berkenan membebaskan umatNya dari perbudakan di Mesir, bahkan yang telah menunjukkan kasih setiaNya dan rahmatNya yang besar, sehingga umat Israel memasuki negeri Kanaan yang berlimpah susu dan madunya dengan penuh selamat.

Kebaikan-kebaikan Allah yang sungguh dahsyat ini, menjadi perenungan bagi umat Israel, yang harus diwujudkan dalam bentuk pemberian persembahan kepada Allah.

Wujud dari ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan Allah yang hidup adalah ketika dengan penuh ketulusan dan kejujuran, kita melakukan segala yang dikehendaki oleh Allah.

Kita belajar dari kehidupan umat Israel dimasa lampau.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved