Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Terus Bersolek, Angkot Mikrolet Apa Kabar?

Tercatat, 3.000 angkutan kota yang resmi memiliki izin dengan melayani 30 trayek di Kota Manado.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO GRAFIS/YUDIAWAN NUGRAHA

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepadatan arus lalu lintas di Kota Manado tak lepas dari hiruk- pikuk angkutan kota.

Kemacetan terjadi seiring kian bersoleknya kota ini menapaki modernisasi.

Tercatat, 3.000 angkutan kota yang resmi memiliki izin dengan melayani 30 trayek.

Dalam sehari, rata-rata pendapatan satu angkot antara Rp 300.000-Rp 500.000.

Artinya, jika dalam sehari di kota ini beroperasi 2.000 angkot dan dipukul rata pendapatan per angkot Rp 300.000, maka dalam sehari, uang yang beredar di 'dunia angkot' mencapai Rp 600 juta per hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, Vecky Koagow kepada Tribun Manado, Jumat (6/11) mengatakan, jumlah angkot tidak tumbuh.

Data pada tahun 2011 hingga 2015 tercatat sebanyak 3.000 angkot yang terdaftar dan aktif sampai saat ini.

"Jadi harus saya pastikan bahwa jumlah angkot tidak mengalami peningkatan. Jadi sebenarnya yang memicu kemacetan itu adalah meningkatnya jumlah kendaraan pribadi dan munculnya parkir liar di sejumlah titik di kota ini," ujarnya.

Menurut dia, saat ini ada 30 trayek dalam kota. Tarif trayek satu dengan yang lain berbeda.

Tarif paling tinggi adalah yang beroperasi di pinggiran kota.

"Yang tinggi di ujung Kota Manado seperti trayek Pandu-Tuminting Rp 5000, atau Paal Dua-Lapangan Rp 4.500. Sementara itu yang lain bertarif sama yakni Rp 4.000," jelasnya.

Hadirnya kendaraan pribadi baik mobil dan sepeda motor menurut Vecky Koagow, selain menjadi bagian dari kemacetan, juga membuat jumlah penumpang angkot berkurang. Pendapatan sopir angkot pun otomatis ikut berkurang.

"Miris memang nasib para sopir. Kalau kurang penumpang hanya bisa bawa pulang uang Rp 25.000. Atau lebih buruk mereka menombok karena tak mampu mencapai target setoran," ujarnya.

Sementara untuk peremajaan angkot, Vecky Koagow mengaku sudah menyampaikan usulan sarana transportasi dalam kota yang bisa melayani penumpang dengan aman dan nyaman.

Memang, diakui sejumlah pengguna angkot, kondisi dan fasilitas kendaraan menjadi bagian terpenting dalam menentukan pilihan menumpang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved