Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ditemukan Cacing Pita Sebarkan Sel Kanker Pada Tubuh Manusia

Untuk pertama kalinya, sel-sel kanker yang berasal dari cacing pita telah ditemukan di dalam tubuh pasien dengan HIV.

Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk pertama kalinya, sel-sel kanker yang berasal dari cacing pita telah ditemukan di dalam tubuh pasien dengan HIV.

Sel-sel tumor kanker dibentuk menjadi seperti yang tampak hampir identik dengan tumor manusia dalam tubuh pasien.

Kasus unik ditemukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa cacing pita kerdil, Hymenolepis nana, dapat menyebabkan tumor pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Meskipun skenario seperti itu jarang terjadi, dokter harus mempertimbangkan kasus ini.

Melihat lebih dekat pada sel-sel kanker dapat membantu menghindari kesalahan diagnosis kanker, dan membimbing dokter untuk melakukan perawatan terbaik.

Pasien yang dijelaskan dalam NEJM pertama datang ke CDC pada tahun 2013.

Dokter di Kolombia telah melakukan biopsi pada tumor yang ditemukan di paru-paru pasien berusia 41 tahun dan kelenjar getah bening.

Sel-sel tumor yang membingungkan, tumbuh cepat seperti sel kanker, tetapi analisis laboratorium menunjukkan bahwa sel-sel kanker itu bukan berasal dari tubuh manusia.

Ketika CDC mendapatkan sampel biopsi, merekamenemukan ada sifat bahkan aneh pada sel kanker tersebut..

"Sel-sel tumbuh seperti kanker, tapi mereka sangat kecil. Terlalu kecil untuk benar-benar dianggap sebagai sel-sel manusia," kata penulis utama studi Attis Muehlenbachs, di CDC Penyakit Menular Patologi.

Dia mengatakan bahwa sel-sel itu sekitar 10 kali lebih kecil dari sel-sel kanker manusia.

"Itu tidak masuk akal dalam hal apa yang kita tahu."

Butuh bertahun-tahun tes bagi para peneliti untuk menemukan Hymenolepis nana, yaitu jenis DNA cacing pita yang terkandung dalam sel kanker tersebut.

Sayangnya, dokter tidak memiliki cukup waktu untuk merawat pasien dengan obat untuk melawan cacing pita.

Pasien meninggal karena gagal ginjal hanya tiga hari setelah penemuan itu dibuat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved