Tiga Frater Ikrarkan Kaul Kekal
Tiga frater Societas Missionarium Sacratissimi Cordis Iesu/MSC (Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus) mengikrarkan kaul .
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tiga frater Societas Missionarium Sacratissimi Cordis Iesu/MSC (Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus) mengikrarkan kaul (janji ketaatan, kemiskinan dan kemurnian) kekal/seumur hidup. Mereka adalah frater Marianus Ada MSC, frater Tobias Farneubun MSC dan frater Chrisanto lala MSC.
Kaul seumur hidup ketiga frater diterima provinsial MSC Indonesia, pastor Benediktus Estefanus Runtu MSC mewakili Pemimpin Umum tarekat MSC di Roma. Pengikraran kaul kekal dibuat di kapel skolastikat MSC Pineleng, Sabtu (31/10) dirangkaikan dengan Hari Orang Tua.
Janji yang dinilai secara sederhana sebagai janji untuk taat terhadap Tuhan melalui tarekat, janji untuk hanya dipelihara Tuhan melalui tarekat dan janji untuk hidup murni dan tidak menikah seumur hidup dikagumi oleh Ifa Abas (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang hadir pada kegiatan itu. Ia senang teman-teman hasil pertukaran mahasiswa bersama Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) bisa berkaul kekal.
"Ini unik. Kalau kita melihat zaman sekarang anak-anak muda berasyik masyuk dengan dunia, mereka memilih jalan khusus mencari Tuhan," katanya.
Menurut Ifa, para frater itu mampu keluar dari zona nyaman. Mereka telah meninggalkan segala sesuatu yang sulit dibuat orang jaman sekarang.
Ifa juga mengaku kehadirannya di situ untuk belajar. Ia belajar tentang keunikan tradisi Gereja Kristen Katolik dan belajar kerukunan umat beragama bersama multikulturalisme.
Pastor Rolly Untu mengajak semua yang hadir untuk bersyukur atas pengikraan kaul dan hari orang tua. Baginya para frater sampai dikaul kekal telah didampingi oleh orang tua kandung dan "orang tua" di seminari seperti rektor dan para dosen.
"Ini diadakan pada bulan Oktober karena
berdekatan dengan wafat pendiri MSC dan tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yaitu Jules Chevalier pada tanggal 21 Oktober. Pater Chevalier sudah digelari Hamba Allah, tahapan digelari Orang Kudus," katanya.
Menurutnya, peristiwa ini mengajak umat untuk melihat sumber hidup, tujuan perjalanan orang-orang kristiani. Dalam dokumen Gereja disebut tentang panggilan kepada kesucian yang bukan hanya milik kelompok tertentu tapi semua orang kristiani.
"Kesucian itu seperti pada Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose. Di situ disebutkan tentang kemurahan, kelemahan lembutan, dan berbagai kebajikan yang lain," katanya.
Panggilan kepada kesucian kata Pastor Rolly harus lebih dilakukan oleh kaum religius, para imam dan mereka yang berkaul. Mereka harus kembali pada corak khas hidup membiara yaitu memperlihatkan harta surgawi yang sudah ada di dunia ini, hidup baru dan kekal, mewartakan kebangkitan yang akan datang, dan menampilkan kerajaan Allah.
"Betapa penting kesaksian dengan kekuatan Kristus yang meraja, dan daya Roh Kudus. Karena itu kita bersatu dengan kristus karena kekal abadi kasih setianya," katanya.
Mereka yang berkaul kekal, kata pastor Rolly harus menjadi penyatu Allah dan manusia. Itu dilakukan dengan sederhana yaitu dengan melakukan apa yang ditugaskan.
"Lebihnya lagi seperti yang menjadi renungan Jules Chevalier, yaitu kita sungguh-sungguh memberikan kesaksian, memberi kasih di mana-mana. Kita melaksanakan moto MSC 'dikasihilah hati kudus Yesus di mana-mana'," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/frater-mengkirarkan-kaul_20151101_205929.jpg)