Pesawat Terbelah, Ratusan Penumpang Tewas Terduduk di Kursi
Dari 224 penumpang itu, 17 di antaranya adalah anak-anak, 200 orang dewasa, dan tujuh orang kru.
TRIBUNMANADO.CO.ID, KAIRO - Dunia penerbangan internasional dirundung duka.
Pesawat komersial Airbus A-321 milik maskapai Rusia, Sabtu (31/10) jatuh usai take off 23 menit dari Bandara Internasional Sharm El-Sheikh, Mesir.
Pesawat sipil dengan nomor penerbangan 7K9268 itu mengangkut 224 orang dengan tujuan kota St Petersburg, Rusia.
Dari 224 penumpang itu, 17 di antaranya adalah anak-anak, 200 orang dewasa, dan tujuh orang kru. Sebagian besar di antara korban adalah turis Rusia.
Kantor Perdana Menteri Mesir menyatakan pesawat Rusia itu dipastikan jatuh di wilayah Semenanjung Sinai, yang rawan konflik.
"Pesawat sipil Rusia... jatuh di wilayah Sinai bagian tengah," demikian pernyataan Kantor PM Sharif Ismail seperti dilansir AFP, kemarin.
Sumber otoritas Rusia, seperti dikutip media Rusia, RT, menyebut pesawat sipil dengan nomor penerbangan 7K9268 itu menghilang dari radar selang 23 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sharm El-Sheikh, Mesir.
Pesawat ini dilaporkan hilang dari radar saat masuk wilayah udara Siprus.
Informasi menyebut, pesawat jenis Airbus A-321 itu merupakan pesawat sewaan yang dioperasikan oleh maskapai Rusia, Kogalymavia, maskapai kecil yang berkantor di Siberia Barat.
Terdapat perbedaan informasi soal jumlah penumpang dan awak di dalam pesawat tersebut.
Otoritas Mesir menuturkan kepada Reuters, bahwa pesawat itu membawa 212 penumpang dan awak, sedangkan otoritas Rusia menyebut pesawat itu membawa 224 penumpang dan awak.
Secara terpisah, seperti dilansir media Mesir, Ahram Online, Wakil Menteri Kesehatan untuk wilayah Sinai Utara, Tarek Khater menuturkan sekitar 15 ambulans dikerahkan menuju kota Al-Hasana, Sinai bagian tengah.
Pengerahan ini, menurut Khater, didasari atas 'status darurat' yang dinyatakan otoritas setempat.
Perdana Menteri Mesir, Sherif Ismail langsung membentuk sebuah komite krisis tingkat kabinet untuk menangani kecelakaan tersebut.
Sebelumnya ada kabar pesawat itu dinyatakan selamat. "Pesawat tersebut telah mengonfirmasi, mereka selamat dan telah melakukan kontak dengan menara pengawas Turki dan mereka sedang melintasi jalur udara Turki saat ini," tulis Ayman al-Muqaddam, Kepala Pusat Lalu Lintas Udara yang berwenang mengurus kecelakaan udara di Mesir, melalui sebuah pernyataannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pesawat-jatuh1111_20151101_090705.jpg)