Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Beras dan Tomat Apel Jadi Perhatian Tim TPID

Beras dan tomat sayur menjadi penyumbang inflasi yang terjadi di Manado.

Penulis: | Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Beras dan tomat sayur menjadi penyumbang inflasi yang terjadi di Manado. Hal ini karena pasokan beras dari daerah peengjail mengalami penurunan begitu juga dengan tomat apel yang juga mengalami penurunan pasokan.

"Untuk beras dan tomat apel memang mengalami kenaikan karena berbagai faktor, seperti cuaca yang menyebabkan pasokan berkurang," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Peter Jacobs.

Beras yang dikonsumssi masyarakat Manado kebanyakan dipasok dari Minahasa dan Bolmong, namu karena pasokan kurang akhirnya beras yang ada saat ini berasal dari Makassar dan Surabaya. "Jika berasnya berasal dari luar tentu saja, hal ini memerlukan biaya untuk pengirimannya, sehingga terjadi kenaikan harga jual," ungkapnya.

Sedangkan untuk tomat sayur harganya sangat tinggi dari sebelumnya sekitar 6.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi karea kemarau berkepanjangan, sehingga menyebabkan banyak petani yang gagal panen. Padahal tomat apel banyak di konsumsi oleh masyarakat, sehingga menjadi satu di antara bahan strategis.

Untuk pasokan tomat berasal dari Minahasa dan Motoling. "Namun meskipun mengalami kenaikan belum ada informasi adanya pasokan dari luar," ungkapnya.

Adanya kenaikan tersebut sehingga diperkirakan pada Oktober Sulut akan mengalami inflasi sebesar 0,3 persen.

Sedangkan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut mengungkapkan kenaikan barang strategis harus menjadi perhatian bersama. Apalagi pada Desember akan banyak hari besar seperti Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh sehari sebelum Natal. Selain itu ada Pilkada seretak yang akan digelar dibeberapa kabupaten dan kota

"Ini harus menjadi perhatian bersama, jangan sampai nantinya inflasi menjadi tinggi pada bulan tersebut," ungkapnya.

Untuk itu, Pemko aka mengecek langsung sampai ke daerah pemasok apa betul stoknya berkurang. Jangan sampai kenaikan harga terjadi karenna permainan spekulan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved