'Teror' Api di Minahasa, Tiap Hari Terjadi Kebakaran!
“Kalau sudah terbakar bisanya sangat luas, lebih dari satu hektare, dan terjadinya tidak mengenal waktu, kadan pagi, siang, malam."
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - Meski imbauan untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran lahan atau berbagi upaya pencegahan sudah dilakukan, namun kebakaran lahan tetap saja masih terjadi di mana-mana.
Saat ini, tak hanya lahan saja yang terbakar, namun kebakaran rumah juga kerap kali terjadi, dan tergolong banyak di Minahasa.
Untuk bulan September saja, jumlah kebakaran lahan dan hutan jumlahnya cukup besar mencapai 31 kali, dan kebakaran rumah 5 kali.
Itu Artinya setiap hari terjadi kebakaran di daerah ini.
“Kalau sudah terbakar bisanya sangat luas, lebih dari satu hektare, dan terjadinya tidak mengenal waktu, kadan pagi, siang, malam, bahkan tengah malam pun pernah terjadi, dan lokasinya juga ada yang dekat, bahkan ada yang cukup jauh,” jelas Johny Gimon Kabid Damkar Bagian Umum Perlengkapan Minahasa, Rabu (21/10).
Ia menjelaskan, lokasi kebakaran sudah menyebar hampir di semua wilayah di Minahasa, bahkan sampai di daerah pesisir seperti di kecamatan Kombi.
”Pineleng pernah, Kombi, Tondano Barat, Tondano Timur, Tombariri, Tombulu, Langowan, Kawangkoan, dan ada beberapa daerah lainnya,” ujarnya.
Sementara, untuk Bulan Oktober ini, jumlah kebakaran lahan yang terjadi lebih menurun yaitu sekitar 9 kali, dan rumah 4 kali, dan kemarin terjadi kebakaran lahan di Remboken.
”Memang menurun, tapi hampir setiap hari kami mendapatkan laporan terjadi kebakaran lahan di mana-mana, dan yang sangat mengkhawatirkan kalau kebakaran lahan atau hutan terjadi sudah dekat perumahan warga, kami harus secepatnya ke lokasi, sebab kondisi saat ini, angin kencang dan tanaman kering, api cepat menyebar,” jelasnya.
Ia menambahkan, tiga kendaraan pemadam kebakaran yang sudah tua, dalam kondisi seperti itu, harus dipaksa untuk bekerja keras untuk digunakan memadamkan api.
”Kadang mogok di tengah jalan, jadi biasa yang sampai hanya satu atau dua kendaraan saja,” jelasnya.
Dirinya berharap, agar masyarakat dapat melaksanakan imbauan Bupati Minahasa, yang sudah disampaikan oleh para camat atau hukum tua, agar jangan sembarangan sembarangan bakar rumput atau buang puntung rokok, atau apapun yang bisa menjadi pemicu kebakaran.
“Kondisi saat ini, sedikit titik api saja, sudah bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan, jadi jangan sembarangan buang api,” jelasnya. (Tribun Manado/Alpen Martinus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kebakaran-di-gunung-soputan_20150928_181237.jpg)