Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cabup Boltim Jenguk Korban Pelemparan saat Konvoi Pendukungnya

Iriani masih terbaring lemas karena mengalami luka sobek di bagian kepala.

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/ALDI PONGE
Calon Bupati Boltim Sam Sam Sachrul Mamonto kunjungi korban pelemparan saat konvoi massa pendukungnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Calon Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto menjenguk warga yang menjadi korban pelemparan batu saat berkonvoi menuju Desa Buyat untuk mengikuti kampanye pasangan nomor urut dua, pada Minggu (18/10) malam.

Calon Bupati yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem ini mengunjungi Iriani Mundong (33) Warga Desa Togid yang masih dirawat di Puskemas Kotabunan, pada Senin (19/10).

Iriani masih terbaring lemas karena mengalami luka sobek di bagian kepala.

Korban terkena lemparan batu saat melintas bersama massa pendukung Sachrul-Medy di desanya.

Mereka diadang oleh ratusan warga yang diduga pendukung pasangan calon lain yang telah menunggu sejak sore di pinggir jalan yang akan dilintasi massa.

Entah apa penyebabnya, terjadi saling ejek dan saling lempar antara kedua kubu.

Beberapa korban mengalami lebam disekucur tubuh karena terkena lemparan.

"Untuk pasien ini terdapat satu jahitan dalam dan lima jahitan luar. Kami masih harus merawat, jika kondisnya sudah memungkinkan, baru bisa pulang," terang Dokter Marzuki Abdul kemarin.

Calon bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto. Sachrul menyampaikan simpati atas korban insiden tak terduga tersebut. Dia mengaku prihatin dengan kejadian yang harusnya tak terjadi.

"Saya cukup sedih dengan insiden ini. Pendukung menjadi korban akibat tindakan anarkis oknum tak bertanggungjawab," katanya.

Dia meminta pendukungnya agar tak terprovokasi dan tak melakukan aksi serupa terhadap pendukung pasangan lain dengan tetap mengedepankan persaudaraan dan persatuan Boltim

"Kita semua adalah saudara. Beda pendapat di alam demokrasi adalah hal biasa. Jangan paksakan kehendak kepada orang lain. Tak perlu saling membalas. Kekerasan kita balas dengan kelembutan dan pesan-pesan damai," imbaunya.

Tak hanya korban luka-luka, Satu rumah milik warga Togid bernama Hardi Mokoagow pun menjadi sasaran lemparan warga. Akibatnya terjadi kerusakkan kaca rumah.

Beruntung insiden ini tak melebar karena pihak kepolisian dengan cepat menangani peristiwa tersebut.

Kasus ini sendiri sedang ditangani Polsek Urban Kotabunan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved