Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Awas! Anak Bisa Terserang Migrain

"Kalau balita atau anak-anak umumnya memiliki serangan migrain lebih sedikit atau jeuh lebih pendek dibandingkan dengan penderita dewasa."

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
http://goo.gl/BziokW
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Apakah migrain bisa terjadi pada anak - anak, inilah jawaban dr Ritchie Rumengan dokter Umum Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.

Menurut dia Migrain adalah penyakit neurologis, dengan nyeri kepala dan gejala yang terkait, seperti mual, muntah, pusing, sensitivitas terhadap sentuhan, suara, cahaya, dan bau, sakit perut, bahkan hingga perubahan suasana hati.

"Kalau balita atau anak-anak umumnya memiliki serangan migrain lebih sedikit atau jeuh lebih pendek dibandingkan dengan penderita dewasa dan dapat berakibat serius sehingga mempengaruhi kualitas kehidupan anak. Orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter jika seorang balita sering mengalami sakit kepala atau gejala migrain lainnya,"ungkapnya.

Ia menjelaskan Migrain dapat menjadi sangat umum pada anak-anak, migrain dapat terjadi sekitar 10% dari anak usia sekolah.

Pada anak anak yang mengalami migraine setengahnya memiliki serangan pertama mereka sebelum usia 12 tahun.

Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia dibawah 12 tahun, bahkan pada usia balita berumur satu tahun.

"Pada anak laki-laki sebelum pubertas seringkali menderita migrain lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan. Sedangkan pada usia dewasa, memasuki usia 17 tahun maka sebanyak 8 persen dari anak laki-laki dan 23 persen dari anak perempuan mengalami migrain,"jelasnya.

Pada masa anak-anak yang mengalami migrain dapat dengan signifikan menggangu kualitas anak-anak.

Selain dikarenakan serangan yang terkait akan menggangu aktivitas anak pergi ke sekolah, pada usia anak anak juga membutuhkan pengetahuan yang didapat di lingkungan bermainnya yang akan berpengaruh pada kegiatan sosialnya.

Pada dasarnya setiap gangguan kesehatan akan menghambat kualitas anak anak sedangkan pada migrain dirasa berpengaruh besar dikarenakan keadaan yang tiba-tiba pada kondisi kesehatan anak sehat sekalipun ditambah dengan gejala lainnya.

Menurut dia pada usia anak - anak migran yang mungkin terjadi adalah jenis migrain harian kronis (CM).

Pada jenis migrain ini dapat menyerang anak anak lima belas kali bahkan lebih dalam satu bulan, selain itu dipertambah dengan sakit kepala hingga 4 jam.

Adapun gejala yang umum terjadi pada migrain diantaranya adalah depresi, pusing, gangguan tidur, kecemasan, kesulitan kosentrasi hingga kelelahan.

Berbeda dengan migrain yang terjadi pada orang dewasa,migrain pada anak anak sering kali tanpa disertai dengan aura.

Aura adalah gangguan visual, seperti pandangan kabur, lampu berkedip, bintik-bintik berwarna, atau bahkan pusing, yang terjadi dalam waktu satu jam sebelum sakit kepala.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved