Buka Kran Air, yang Keluar Kumpulan Cacing Hidup
Ketika membuka kran air di rumahnya yang keluar bukan air bersih malah justru segerombolan cacing hidup.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Alangkah terkejutnya seorang pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ketika membuka kran air di rumahnya yang keluar bukan air bersih malah justru segerombolan cacing hidup.
"Air PDAM kan beberapa waktu lalu kan tidak jalan, nah dua hari lalu saat buka kran air, yang pertama keluar air keruh, namun tiba-tiba yang keluar adalah cacing tanah cukup banyak jumlahnya," kata Hammy Lasut, warga Luaan Tondano Timur, Jumat (2/10).
Ia menambahkan, bahwa cacing yang keluar berwarna merah muda, ada yang panjang juga ada yang pendek, ada yang berukuran besar dan kecil, juga ada yang berbulu-bulu halus. "Saya tidak tahu jenis cacing apa itu," jelasnya.
Menurutnya, itu harus segera ditindaki oleh PDAM Minahasa, karena akan sangat berbahaya jika dibiarkan saja.
"Apalagi telur cacing, kalau air tersebut dikonsumsi masyarakat, bisa berbahaya, apalagi anak-anak," ujarnya.
Menurutnya, PDAM juga harus melakukan perbaikan terhadap jaringan air, terutama sambungan liar.
"Kan bisa jadi cacing masuk melalui situ, juga airnya harus disaring dulu, supaya tidak masuk hewan seperti cacing tersebut," ujarnya.
Menurut Robby Dondokambey, Dirut PDAM Minahasa, bahwa hal tersebut kemungkinan terjadi lantaran kondisi air di mata air saat ini sudah menurun dan diperkirakan tinggal 17 persen saja.
"Mungkin lantaran sudah beberapa hari air tidak jalan, ketika disedot cacing-cacing tersebut ikut tersedot, karena air sudah surut," ujarnya.
Sebab menurutnya, air yang disalurkan ke rumah warga, merupakan air langsung dari mata air, bukan air baku yang harus diproses dulu sebelum dialirkan.
"Kalau dari mata air, langsung dialirkan ke rumah warga menggunakan mesin penyedot," ujar dia.
Namun menurutnya, masalah ini tidak akan dibiarkan begitu saja, melainkan segera dilakukan penanganan.
"Kami akan konfirmasi juga dengan bagian teknik, untuk dilakukan cek di lapangan, untuk segera melakukan penanganan," jelasnya.
Menurutnya, saat ini kondisi air di beberapa mata air sudah di bawah normal, yang menyebabkan mereka juga sangat kesulitan untuk membagi air.
"Kami terus terang, saat ini kesulitan membagi air, sebab begitu tempat lain dialirkan air, yang lain sudah tidak mampu dialirkan lagi, sedangkan di rumah dinas bupati juga sudah kekurangan air, tinggal dibawa menggunakan mobil ke sana," jelasnya.
Untuk membantu menyalurkan air ke warga juga, saat ini dibantu menggunakan pompa yang sudah disiapkan.
"Sebab kalau menggunakan air dari mata air, sekarang sudah tidak mampu lagi," jelasnya. (Tribun Manado/Alpen Martinus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/keran-air4444_20151003_134535.jpg)