Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Abidin: Iman Seperti Tanaman

Iman tidak ubahnya seperti halnya tanaman.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Ratusan umat muslim di Tondano menggelar sholat Ied di halaman masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo Kampung Jawa Tondano Minahasa, untuk memperingati Idul Adha, Kamis (24/9/2015). (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Iman tidak ubahnya seperti halnya tanaman. Dengan pemeliharaan yang baik, tanaman dapat tumbuh dengan subur, pohonnya, daunnya rimbun, kemudian berbunga dan berbuah. Tetapi kalau tidak terurus, ia tumbuh merana, menjadi layu, daun-daun pun berguguran, kemudian mati.

"Iman kita masing-masing juga demikian, ida dapat berkembang dan tumbuh semakin kokoh kuat dalam hati sanubari kita, tetapi sebaliknya juga dapat hidu merana, kemuudian smakin surut dan puudar ini semua tergantung kepada bagaimana kita membina iman kita masing-masing," ujar Iman Mesjid Jabal Rahmah Paal 2 Manado Zainal Abidin dalam khutbah Idul Adha, Kamis (24/9/2015).

Itulah sebabnya, karena tidak pandai-pandai membina diri, ada orang yang murtad dari agama Islam. Atau minimal, karna kurang ada pembinaan, imannya statis dan merana, tidak ubahnya seperti sesuatu yang hidup segan matipun tak mau.

Di antara rukun Islam yang jumlahnya 5 salat 5 waktu merupakan kewajiban rutin yang paling sering harus ditunaikan. salat 5 waktu ini juga merupakan identitas utama sehari-hari bagi kita sebagai orang Islam. "Untuk itu marilah kita masing-masing introspeksi dan mawas diri. Betkan kewajiban salat 5 waktu ini sudah kita kerjakan dengan rajin dan baik," ungkapnya

Nabi Muhammad SAW mengatakan "Miftahul Jannah ash-shalah" yang artinya kunci surga iaah Salat. Diantara amal-amal kita, salat pulallh yang nanti di hari kiamat pertama kali akan diperiksa oleh Allah, jika salat baik, semua amal akan baik, jika salat buruk, semua amalan kita akan menjadi buruk.

Salat juga tiang agama Islam, siapa yang menegakkannya berarti menegakakan Islamnyaa, siapa merobohkan berarti merobohkannya. "Untuk itu marilah kita bina baik-baik iman dan sanuni baik-baik Islam kita," katanya.

Marilah kita pupk Islam kita dengan membaca buku-buku Islam dengan memperdalam pengetahuan dan penghayaran terhadap ajaran-ajaran Islam. "Kita bentengi keislaman dengan banyak beribadah, membaca Al-quran dan rajin-rajin mengerjakan salat

Tags
iman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved