Indonesia Belum Krisis Ekonomi
Kepala Pusat Studi Ekonomi dan kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetianto mengungkapkan Indonesia saat ini belum mengalami krisis
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Kepala Pusat Studi Ekonomi dan kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetianto mengungkapkan Indonesia saat ini belum mengalami krisis ekonomi.
"Pelemahan rupiah dan perekonomian akibat pelemahan ekonomi global belum membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi," ujar seusai Seminar Kajian Ekonomi dan keuangan Regional 2015.
Hal ini karena kondisi perekonomian Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan pada saat 1998. hal ini karena devisa Indonesia jauh lebih besar, yaitu sampai dengan mencapai 107,6 miliar dolar AS. jumlah tersebut cukup untuk 6,8 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.
Menurut dia jika melihat kehidupan sehari-hari masyarakat, baik di kota maupun desa, Indonesia belum dikatakan mengalami krisis, karena masyarakat masih hidup normal seperti biasa.
Warga masih bisa dengan mudah untuk mendapatkan kebutuhan pokok demgan mudah. Hal ini berbeda pada saat 1998, yang harus mengantri untuk membeli kebutuhan hidupnya, bahkan sebagian ada yang melakukan aksi penimbunan.
Oleh karena itu meskipun saat ini kurs rupiah terhadap dolar Amerika Rp 14.000, masyarakat belum mengalami krisis ekonomi. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan panik berlebihan karena Indonesia belum krisis seperti yang dialami negara lain.