Lalu Sapi Diberi Makan Apa? Lihat Mereka Kini Kurusan
Wajah murung terlihat pada para peternak sapi di dua kecamatan di ujung Utara Kota Manado.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peternak sapi Kecamatan Bunaken Darat dan Mapanget, mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak.
Pasalnya lahan hijau yang menjadi lumbung makanan penuh rumput segar, kini berubah kering dan tidak layak dikasih makan pada sapi.
Lukas peternak sapi dikecamatan ini berharap hujan segera turun, sapi - sapinya mulai kekurusan. Untuk solusi sementara dia menggunakan tanaman pagar sebagai pakan ternak, namun menurut dia tidak akan bertahan lama.
Wajah murung terlihat pada para peternak sapi di dua kecamatan di ujung Utara Kota Manado. Akibat kemarau yang panjang mengakibatkan lahan hijau tempat makan ternak sapi kini berubah warna menjadi coklat dan kering.
Situasi ini pun semakin mempersulit para peternak ini dimana untuk bertahan hidup ternak mereka memakan rumput kering yang tidak memiliki nilai gizi lagi.
Seperti yang dirasakan oleh Lukas peternak sapi asal Pandu Kecamatan Bunaken. Ia harus bertahan dengan berbagai solusi agar sapi - sapinya terus hidup sampai musim hujan turun.
"Semua lahan sudah kering tidak tahu lagi sapi mau diberi makan apa,"ujarnya.
Dia mengatakan bahwa saat ini sapi - sapinya mulai kekurusan bahkan ada beberapa ekor yang mulai terlihat sakit. Sebab untuk mengenyangkan hewan ini ia memberi minum dengan jumlah yang banyak.
"Sudah tidak ada rumput segar sapi saya hanya kenyang dengan air,"ujarnya.
Hal yang sama juga harus dirasakan oleh Maxi peternak sapi asal Kelurahan Bengkol Kecamatan Mapanget. Selama ini sapi sapinya hanya di beri makan daun dari tanaman pagar pembatas kebun miliknya.
"Saya hanya mampu memberikan sapi makanan dari dedaunan pagar, namun tidak tahu sampai kapan sokusi ini akan bertahan,"ujarnya.
Menurut dia banyak perubahan perilaku dari sapi - sapi miliknya, bahkan ada beberapa sapi tidak lagi mau makan.
"Sapi - sapi saya mulai murung bahkan ada yang tidak bisa digunakan untuk bekerja sebab mulai batuk,"ujarnya.
Ia pun hanya bisa memberi obat seadanya sambari menunggu hujan turun. Jika hal itu tidak terjadi maka dia berencana akan segera menjual sapi - sapinya.
"Apa boleh buat meski rugi lebih baik sapi dijual dari pada mati kelaparan,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pedagang-sapi-kotamobagu_20150909_182547.jpg)