Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Kata Penulis Surat Menyayat Hati untuk Ahok, Ia Lurah di Bitung

"Mendengar dan melihat apa yang dilontarkan Ahok, saya sedih," tutur Sefferson saat berbincang dengan Tribun Manado.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO GRAFIS/YUDIAWAN NUGRAHA
Surat terbuka dari seorang lurah di Bitung bikin heboh. Isi suratnya menyentuh hati. Simak selengkapnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Gagasan pembubaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat perlawanan keras dari para alumni.

Seorang Lurah di Kota Bitung, Sefferson Sumampouw melayangkan surat terbuka untuk ahok. Lulusan 2006 Angkatan XIV yang kini menjabat Lurah Wangurer Barat Kecamatan Madidir itu berharap, suratnya dibaca oleh Ahok.

"Mendengar dan melihat apa yang dilontarkan Ahok, saya sedih," tutur Sefferson saat berbincang dengan Tribun Manado Selasa (8/9/2015) kemarin.

Di surat terbukanya, dia mengaku sangat mengagumi Ahok. Makanya kepada Ahok di dalam suratnya itu, dia menceritakan perjuangannya masuk IPDN. Dia bersyukur karena bisa masuk IPDN meski dari keluarga tidak mampu.

Surat itu dia tulis sejak Sabtu malam sampai pukul 03.00 Wita dan dilanjutkan hingga Minggu malam. Kemudian dia kirim ke redaksi Islamtoleran.com yang akhirnya menjadi viral.

"Saya rindu dengan sekolah saya dulu. Sebenarnya saya bangga dengan Ahok yang gencar melakukan reformasi birokrasi. Harapan saya, melalui surat yang saya kirim, akan mengubah birokrasi," tambahnya.

Dijelaskannya, apa yang dilakukan Ahok karena tidak mau penyakit birokrasi atau patologi birokrasi terjadi di IPDN sehingga dia marah.

"Nah kalau mau dibubarkan bagaimana dengan nasib mereka yang berasal dari keluarga miskin dan susah yang punya mimpi mengubah birokrasi? Saya setuju dengan Ahok kalau mau kaya jangan jadi pegawai tapi jadilah pengusaha, pegawai melayani masyarakat. Apa jadinya dengan mereka yang bermimpi masuk IPDN untuk menjadi birokrat," ungkapnya.

Berikut isi surat yang menyayat hati:

Surat terbuka buat: Yth Bpk Basuki Tjahaya Purnama

Jujur saya adalah salah satu pengaggum bapak, mulai dari keputusan bapak menjadi politisi hingga pejabat untu memperjuangkan rakyat kecil, bahkan bapak rela mati untuk mereka, saya bangga ternyata Indonesia punya harapan yang besar untuk menjadi masa depan yang lebih baik;
Tapi, setelah mendengar pernyataan bapak kepada Presiden Jokowi tentang IPDN, hati kecil saya menangis, apakah bila ada tikus dalam rumah maka kita akan bakar rumahnya?

Saya Sefferson Sumampouw, lulusan STPDN/IPDN tahun 2006 angkatan XIV, saya masuk sekolah itu tahun 2002, tidak pernah terbayangkan sebelumnya bila saya menjadi salah seorang alumninya;

Saya berasal dari keluarga petani, ayah saya seorang tukang panjat kelapa di Desa, SD pun ngga lulus, karena dilahirkan dengan 8 kakak beradik, ibu saya pun demikian, profesi IRT yg dilahirkan juga 8 bersaudara yg hanya sempat mengenyam kelas 2 SMP

Rumah kami pernah digusur karena menumpang ditanah orang, kami pernah tinggal menumpang beberapa kali dirumah orang lain karena tidak punya rumah sama sekali, sampai suatu ketika ayah saya membeli sedikit tanah pekarangan dari hasil kerja kerasnya, rumah pertama kami ditanah milik sendiri adalah rumah yang berdindingkan anyaman bambu,bahkan bagian dalamnya ditempel koran atau kalender bekas agar tidak tembus pandang, beratapkan daun rumbia yg dianyam sampai - sampai pembungkus supermi jadi bermanfaat digunting untuk menambal lobang diatap, melihat bintang saat tidur tiap malam sudah biasa, kamarnya hanya satu dan kami 3 bersaudara bersama ayah dan ibu tidur seranjang, bahkan suatu ketika tempat tidur itu patah disuatu malam;

Penerangan listrik adalah sebuah mimpi disaat itu, bukan listrik yang belum masuk ke Desa tapi uang untuk pasang listrikpun kami tidak punya, tapi ini tidak menyurutkan niat saya untuk terus belajar dan belajar walau hanya dengan penerangan lampu minyak,

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved