Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

'Abu Lokon Gagalkan' RML Jadi Cabup Minsel

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sabtu (29/8) pukul 23.48 meletus dahsyat. Abu vulkanik menyembur setinggi 1.500 meter dan terbang hingga Bandara SamRat.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Akibat abu vulkanik Gunung Lokon, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado tutup, penumpang terlantar, pesawat Lion dicuci. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sabtu (29/8) pukul 23.48 meletus dahsyat. Abu vulkanik menyembur setinggi 1.500 meter dan terbang hingga Bandara Sam Ratulangi Manado.

Tak pelak, demi keselamatan penerbangan, bandara kebanggaan warga Sulawesi Utara itu ditutup. Tak ada penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan.

Dari sinilah petaka politik menerpa Ramoy Markus Luntungan dan Sonny Frans Tandayu.

Surat Keputusan dari tiga partai politik yang akan mengusung penantang serius petahana usungan PDIP, Tetty Paruntu-Frangky Wongkar tak bisa didaratkan, Minggu (30/8).

Pesawat yang membawa tiga SK dari PAN, Partai Demokrat dan Partai Nasdem itu tertahan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

"SK tiga partai itu memang sudah ada, hanya saja pada saat SK akan dibawa dari Jakarta ke Kota Manado dan selanjutnya ke Minsel, tak bisa berjalan mulus. Ini karena abu dari Gunung Lokon yang meletus menggangu penerbangan dari dan ke Manado, sehingga SK tak tertahan di Jakarta," ucap orang dekat Sonny Tandayu yang minta namanya dirahasiakan, kemarin.

Hingga saat KPU Minsel menutup pendaftaran, sore kemarin, hanya ada dua pasangan yang bakal bertanding di Pilkada serentak 9 Desember mendatang yakni Tetty-Wongkar dan jago Partai Golkar, Karel Lakoy-Freddy Rawis.

Tak ayal lagi, mimpi RML menjadi calon bupati di daerah yang pernah dia pimpin pun harus dikubur dalam-dalam.

Padahal banyak pengamat menyebutkan, jika RML maju di Minsel, maka akan menjadi lawan tangguh bagi Tetty Paruntu.

Pasangan RML-Tandayu sangat membutuhkan SK ketiga partai tersebut untuk melengkapi SK Partai Hanura yang sudah ada.

Maklum, Hanura hanya memiliki 1 kursi di DPRD Minsel sehingga masih membutuhkan 5 kursi lagi. Dan itu hanya bisa dipenuhi oleh PAN, Demokrat dan Nasdem.

KPU Minsel sendiri berusaha menunggu pasangan RML-Tandayu hingga sore hari.

Namun karena hingga batas waktu yang ditentukan pukul 16.00 Wita pasangan calon tak kunjung datang, maka 5 komisioner KPU Minsel dan satu anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) akhirnya sepakat melakukan penutupan pendaftaran.

Padahal lima menit menjelang pendaftaran ditutup, pendukung RML-Tandayu sempat berkonvoi di depan kantor KPU Minsel.

Puluhan pendukung tersebut datang dengan menumpangi kendaraan roda dua dan roda empat. Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi pun sempat macet.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved