Pesona Baku Akik Memudar, Pedagang di Manado Main Obral
Ya, dalam dua bulan terakhir, pesona batu akik memudar. Semakin hari, tambah ditinggalkan orang yang sebelumnya banyak memburu batu ini.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Sejumlah pameran yang digelar di berbagai pusat keramaian di Manado tetap tak mampu kembali mendongkrak bisnis batu akik.
Sinar pesona batu akik tak sekemilau 2- 3 bulan lalu.
Ya, dalam dua bulan terakhir, pesona batu akik memudar. Semakin hari, tambah ditinggalkan orang yang sebelumnya banyak memburu batu ini.
Tengok saja pameran-pameran yang digelar di halaman parkir pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya di kota ini, jauh lebih sepi dibanding pameran dua bulan lalu, di tempat yang sama.
Pedagang batu akik pun mulai berpikir keras untuk buka usaha lain.
Padahal, sebelum terjun ke bisnis temporer ini, pedagang itu telah menjual seluruh aset bisnisnya sebagai modal.
Hal ini seperti dialami seorang pedagang batu akik di Manado yang mengaku bernama Rustam.
Rustam yang awalnya pedagang pulsa dan asesoris ponsel, rela menjual kios serta jualannya sebagai modal jualan batu akik.
Hal itu dilakukannya dua bulan lalu. "Dari situ saya dapat uang Rp 10 juta, uang itu untuk memodali usaha batu akik," kata dia.
Namun sial baginya. Usahanya dimulai saat pesona batu akik mulai memudar.
Dalam sehari, ia hanya mampu menjual dua buah batu akik.
"Pembeli sangat kurang, banyak yang datang namun hanya untuk melihat-lihat," kata dia, Kamis (20/8) lalu.
Seretnya pendapatan membuat dia masih jauh dari pulang pokok modal. Dapat untung apalagi, masih terlalu jauh.
"Jika mau pulang pokok modal, tiap hari saya harus dapat omset minimal Rp 1 juta," katanya.
Kini ia dilanda kebingungan. Ingin lanjut susah. Mundur, tapi konter ponselnya sudah dijual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pameran-batu-akik-nusantara_20150520_081136.jpg)