Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Travel

Kain Pinawetengan Minahasa, Coraknya Diambil Dari Situs Budaya

Kearifan budaya Minahasa di Sulawesi Utara kembali diabadikan lewat industri kreatif.

Tayang:
Penulis: Finneke | Editor:
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Kain Pinawetengan 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TRAVEL, TRIBUN - Kearifan budaya Minahasa di Sulawesi Utara kembali diabadikan lewat industri kreatif.

Dipelopori Yayasan Institut Seni Budaya (ISB) Sulawesi Utara di Tompaso yang dipimpin Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, kain Pinawetengan memulai debutnya pada tahun 2005.

Corak kain Pinawetengan ini sendiri diambil dari guratan gambar yang ada di situs budaya Watu Pinawetengan yang ditemukan sejak tahun 1888, oleh penduduk Kanonang. Situs ini merupakan tempat dimana para leluhur rakyat Minahasa membagi wilayah kekuasaan, menjadi sembilan sub etnis Minahasa saat ini.

kain pinawetengan

Motif utama kain Pinawetengan adalah bunga matahari yang menjadi ikon Desa Pinabetengan, tempat situs watu pinawetengan berada. Motif tersebut kemudian dikombinasi dengan berbagai warna utama seperti hitam, merah, cokelat, hijau, ungu dan biru. Selain bunga matahari, ada pula corak burung Manguni, kuba Watu Pinawetengan dan motif simbol prasejarah lainnya.

kain pinawetengan

Jenis kain yang diproduksi berupa kain songket, kain tenun dan juga kain print dengan motif pinawetengan. Per lembar kain songket motif Pinawetengan dijual seharga Rp 2,2 juta. Untuk jenis tenun ikat seharga Rp 400 - 600 ribu, sementara yang print rata-rata Rp 50 ribu per meter.

Kain Pinawetengan ini bisa dijumpai di markas Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara di Desa Pinawetengan, Kecamatan Tompaso. Di kawasan yang telah menjadi destinasi wisata favorit di Minahasa ini, ada galeri kain Pinawetengan. Di galeri ini, berbagai jenis kain Pinawetengan dapat dijumpai.

Di sini juga, kain Pinawetengan yang telah menjadi baju bisa menjadi pilihan. Jika ingin membeli, bisa memesan terlebih dahulu. Atau bisa juga membeli baju yang dipajang di galeri.

Selain kain khas Pinawetengan, di galeri ini juga menjual souvenir-souvenir khas Minahasa seperti kaos, patung Manguni, miniatur penari Kabasaran, miniatur Kolintang dan benda-benda khas Minahasa lainnya.

Di samping galeri kain Pinawetengan ini, terdapat pula rumah tenun kain Pinawetengan. Di rumah tenun ini pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan tenun Pinawetengan. Di tempat ini pula, menjadi tempat favorit pengunjung untuk mengabadikan diri di alat-alat tenun yang berjejer rapi.

kain pinawetengan

Ada juga sebuah ruangan yang dipenuhi kain-kain Pinabetengan. Di ruangan yang kecil ini, sengaja di taruh meja dan kursi untuk bagi pengunjung. Meja dan kursi klasik ini membuat spot untuk memotret di ruangan ini sangatlah bagus.

kain pinawetengan

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved