Kisah Mistis Anak Hilang di Manado, Arwah Jimmy Tolong Keluarga Kusuma
Air mata Tjeng Fui Lin tak pernah kering untuk anaknya Jimmy Kusuma.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Air mata Tjeng Fui Lin tak pernah kering untuk anaknya Jimmy Kusuma.
Ia tak bisa menahan tangisnya jika membicarakan Jimmy yang hilang sejak tiga tahun lalu. Seperti saat ditemui Tribun Manado di tokonya beralamat Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang, Senin (6/7/2015), air mata Lin berderai setiap mulutnya mengucap kata Jimmy. "Saya tak bisa melupakannya," kata dia sambil meneteskan air mata.
Jimmy hilang secara misterius pada 7 Februari 2012. Diduga, bocah yang kala itu berumur 11 tahun itu hilang dalam perjalanan menuju ke warnet, beberapa meter dari rumah mereka.
Pencarian yang dilakukan oleh Kepolisian yang dibantu TNI tak membuahkan hasil. Sedikit petunjuk datang dari sejumlah orang pintar.
Menurut mereka, Jimmy berada di alam gaib dijaga seorang tua, yang tidak bermaksud jahat. "Tapi hal itu tidak bisa dijadikan petunjuk," ujarnya.
Tak terhitung duka yang dialami Lin serta suaminya Kasim Tjuhendra Kusuma.
Selain akrab dengan air mata, keduanya juga dilanda trauma.
"Jika nonton televisi ada berita anak hilang langsung kami matikan tv," kata dia.
Tiga tahun sudah peristiwa itu berlalu, namun baginya terasa baru terjadi kemarin. Masih terekam jelas dalam ingatannya awal Jimmy dinyatakan hilang dan kepanikan yang menyusul setelah itu.
Padahal, kata dia, sehari sebelumnya Jimmy tampil meriah dalam perayaan Cap Go Meh. "Malamnya ia katakan jika saya adalah wanita paling cantik, sementara suami saya orang paling tampan, eh esoknya ia hilang, perih hati saya" kata dia.
Ia juga teringat hari - hari pencarian Jimmy yang dipenuhi jerih payah dan doa. Menurut dia, pencarian Jimmy melibatkan banyak orang, mulai Polisi, TNI, Sar hingga masyarakat umum.
Segala upaya sudah dilakukan aparat, termasuk menutup jalur masuk ke luar Sulawesi Utara. "Namun, ia bagai hilang ditelan bumi," ujarnya.
Hal yang menyentuh Lin, adalah turut sertanya Rivaldo adik dari Jimmy. Rivaldo ngotot ingin ikut mencari kakaknya. "Akhirnya kami buat foto serta selebaran, yang dibagikan oleh Rivaldo kepada warga," ujarnya.
Hilangnya Jimmy mengetuk nurani banyak orang.
Salah satunya para rohaniawan. Lin ingat, rohaniawan lima agama mendatangi rumahnya untuk mendoakan Jimmy.