DPK Perbankan Sulut Naik 11,30 Persen
Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kenaikan sebesar 11,30 persen.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kenaikan sebesar 11,30 persen. Hal ini tercatat sampai dengan Mei 2015 jumlah DPK mencapai Rp 20,62 triliun sedangkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya berjumlah Rp 18,53 triliun.
"Ada peningkatkan sebesar 11,30 persen untuk DPK perbankan di Sulut jika dilihat year on year," ujar Kepala Kantor Perwakilan bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara Luctor Tapiheru.
Sedangkan jika dibandingkan dengan April 2015 yang berjumlah Rp 20,40 triliun juga mengalami kenaikan tipis, yaitu sebesae 1,11 persen.
Dari jumlah DPK yang terkumpul tabungan masih menjadi yang tersebar rasionya dibandingkan dengan deposito dan giro, mencapai 42,22 persen. Disusul dengan deposito yang berjumlah 38,55 persen dan giro mencapai 20,23 persen.
Namun demikian pertumbuhan tertinggi ada pada deposito yang mencapai 20,53 persen (YoY). Dari sebelumnya Rp 6,59 triliun pada Mei 2014 menjadi Rp 7,95 triliun pada Mei 2015. Tapi dibandingkan dengan April 2015 yang berjumlah Rp 8,02 triliun terjadi penurunan sebesar -0,83 persen.
"Sedangkan untuk giro mengalami pertumbuhan nomor dua, yaitu mencapai 16,32 persen," ungkapnya.
Dari sebelumnya Rp 3,58 triliun pada Mei 2014 menjadi Rp 4,17 persen pada Mei 2015. Sedangkan jika dibandingkan dengan April 2015 yang berjumlah Rp 3,79 triliun terjadi kenaikan sebesar 10,06 persen.
Untuk tabungan kenaikan terjadi sebesar 1,84 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari Rp 8,34 triliun pada Mei 2014 menjadi Rp 8,50 triliun pada Mei 2015. Sedangkan dibandingkan dengan April 2015 yang berjumlah Rp 8,59 triliun terjadi penurunan -1,02 persen.
Terpisah, Vice President Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Manado Hotman Nainggolan menarget Dana Pihak Ketiga (DPK) di Area Manado pada 2015 tumbuh sebesar 24 persen. Hal tersebut bisa tercapai dengan berbagai pengembang yang akan dilakukan.
Diantaranya. melalui produk-produk yang menarik masyarakat sehingga mau menanamkan dananya di bank terbesar di Indonesia tersebut melalui tabungan, deposito dan giro.
Selain itu, untuk pengumpulan DPK juga akan dilakukan dengan memberikan akses perbankan kepada masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari kantor bank, melalui layanan branchless banking atau layanan perbankan tanpa kantor.
Untuk itu pihaknya akan melakukan kemitraan dengan masyarakat yang berminat menjadi agen untuk layanan perbankan. "Tentunya dengan berbagai prasyarat yang harus dipenuhi," ungkapnya.
Untuk jumlah nasabah yang nantinya menjadi agen pihaknya menargetkan sebanyak 2.500 agen di area Manado. Dengan demikian nantinya masyarakat bisa menabung, menarik uang tunai atau melakukan pembayaran rutin tiap bulannya.
Dengan adanya agen tersebut untuk perbankan juga menguntungkan, karena tidak perlu mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendirikan kantor guna memperluas jaringan. Cukup dengan melakukan kemitraan kepada nasabah yang telah memenuhi syarat.
Sedangkan menurut Branch Manager Bank Syariah Mandiri Cabang Manado Ahmad Widodo untuk peningkatan DPK melalui dana murah, pihak akan melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah dan instansi. "Dengan demikian target DPK bisa tercapai," ungkapnya.
Untuk itu pihaknya akan fokus pada program tersebut. Sehingga diharapkan nantinya akan terkumpul DPK sesuai dengan target. (tribunmanado/herviansyah)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.