Renungan Minggu
Ketika Gadget untuk Penipuan bahkan Perselingkuhan
Ternyata banyak orang yang terseret arus modernisasi, dan membuat mereka berprilaku yang tidak benar.
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
Oleh: Pdt Refily Tiwa STh Ketua Jemaat GMIM Eben Heazet Ranomerut
MEMBANGUN kehidupan keluarga, bukanlah hal yang mudah di zaman sekarang. Sekarang ini, terlalu banyak tantangan. Terlebih tantangan karena perkembangan zaman dan Iptek.
Ternyata banyak orang yang terseret arus modernisasi, dan membuat mereka berprilaku yang tidak benar. Padahal, sebenarnya perkembangan zaman dan Iptek bertujuan untuk hal yang positif.
Contohnya : adanya peralatan canggih handphone, tujuannya supaya kita dimudahkan untuk berkomunikasi orang yang di luar negeri begitu mudah menghubungi keluarga. Tapi ternyata, banyak yang salah menggunakan handphone jadi alat untuk menipu dengan cara mengirim SMS tipuan untuk mendapatkan Uang.
Handphone jadi alat untuk selingkuh, bahkan ada banyak kasus perceraian yang hanya disebabkan selingkuh lewat handphone. Belum lagi bentuk-bentuk kejahatan lain, yang pelakunya adalah anggota-anggota keluarga.
Sebagai bagian dari gereja itu juga dimaksud pada kitab Ulangan 6:1-9. Disana ada perintah supaya setiap generasi, dari orang tua, anak, dan cucu, harus hidup takut akan TUHAN, dan melakukan semua perintah dan ketetapan Allah dengan setia, melakukan itu di berbagai situasi dandan kondisi kehidupan.
Harus mengasihi TUHAN Allah dengan segenap hati. Dan hal ini, harus diajarkan secara berulang ulang, dimanapun tempatnya, ketika sedang duduk di rumah, ada di perjalanan, sedang berbaring maupun bangun.
Bahkan dikatakan : harus mengikatkannya sebagai tanda di tangan dan dahi, topi juga harus menuliskan itu di pintu rumah dan pintu gerbang.
Lewat Musa Tuhan mau berpesan, supaya perintah itu jangan dilupakan, harus diingat setiap waktu, supaya umat Allah akan menikmati panjang umur. Menjadi banyak, tetapi juga hidup sejahtera dan menikmati berkat TUHAN, di negeri yang berlimpah susu dan madu.
Efesus 2:19-22 katakan bahwa kita ini adalah kawan sewarga orang-orang kudsu, dan anggota-anggota keluarga Allah, dan kristus telah menjadi batu penjuru. Dan kalau demikian, sebagai warga gereka, kita harus tampil beda dengan yang lain. Hidup yang takut akan Tuhan, akan membuat kita menjadi beda dengan yang lain.
Dan karena itu, sebagai orang tua, buatlah anak-anak kita, menjadi anak yang takut akan Tuhan. Banyak anak yang takut orang tua tapi tidak takut Tuhan, sehingga tidak heran, jika banyak anak-anak bisa seperti malaikat didepan orang tua, tapi bisa jadi penjahat ketika tidak berhadapan dengan orang tua. Didiklah anak-anak kita supaya setia melakukan perintah Tuhan, supaya dimanapun mereka berada mereka tetap jadi anak yang baik.
Orang tua juga harus mampu memberi contoh dam teladan yang baik, sepuya didikan dan teladan berjalan bersama. Kalau demikian, maka kita akan hidup aman dan damai. Memang akan ada banyak tantanga, tapi mintalah, supaya kita diberi kemampuan untuk mendidik dan mengarahkan anak anak kita. Minta kekuatan dari TUHAN, supaya TUHAN yang berkerja, membangun keluarga, dan keluarga kita tampil jadi teladan. Kalau kita keluarganya Allah, jangan permalukan Allah dengan perbuatan-perbuatan jahat kita. AMIN. (*)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.