Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado TV

Jejak Perang Dunia II, Gereja 'Tua' di Manado Ini Pernah Dibom

Monumen ini dibangun pada tahun 1946 sebagai kenangan terhadap korban Perang Pasifik semasa perang dunia dua berlangsung.

Tayang:
Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Banyak tempat wisata di Kota Manado, satu di antaranya Monumen Perang Dunia II.

Disambangi www.tribunmanado.co.id, Sabtu (13/6/2015), monumen ini masih berdiri kokoh dan terawat.

Monumen ini terletak di Jalan Sarapung, tepatnya di samping GMIM Sentrum Manado. Berjarak sekitar 90 meter pusat Kota Manado dengan perjalanan darat.

Monumen ini dibangun pada tahun 1946 sebagai kenangan terhadap korban Perang Pasifik semasa perang dunia dua berlangsung.

Dibangun di dekat gedung gereja karena, pada masa itu gereja ini pernah dibom.

"Di Sentrum ini pernah terjadi pemboman, sehingga Bangsa Belanda membangun monumen perang dunia ke dua untuk mengenang para tentara, dan seluruh korban lainnya yang gugur di sini," ujar Mervi Watung, seorang juru pelihara di situ.

Selain mengetahui sejarah Gereja Sentrum dan Monumen Perang Dunia II, di halaman ini juga ada makam batu yang disebut waruga yang dapat dipelajari, sekitar 20 meter ke arah selatan.

Pada malam hari, monumen ini juga terlihat indah. (Tribun Manado/Alexander Pattyranie)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved