Kunjungan Presiden Jokowi ke Sulut
Jembatan Soekarno Manado, Dibangun 12 Tahun Tahan 100 Tahun
Syukur atas selesainya jembatan layang pertama di Sulut ini, karena peresmiannya pun dilakukan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Selamat menikmati. Setelah kurang lebih 12 tahun pembangunan Jembatan Soekarno akhirnya selesai dan digunakan seluruh rakyat Sulawesi Utara.
Syukur atas selesainya jembatan layang pertama di Sulut ini, karena peresmiannya pun dilakukan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo bersama sembilan proyek lainnya.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XI (BPJN) melalui Humas BPJN Steven Rondonuwu mengatakan, pembangunan Jembatan Soekarno telah selesai seratus persen dan bisa segera digunakan.
Steven mengaku guna mempercepat pekerjaan jembatan ini para kontraktor, konsultan, dan pekerja melakukan pekerjaan siang dan malam.
"Mereka bekerja 24 jam untuk mempercepat penyelesaian Jembatan Soekarno," ujar Rondonuwu.
Dia menegaskan, jembatan yang dibangun selama 12 tahun ini akan mampu bertahan selama seratus tahun."Jembatan ini dibangun dengan ketelitian, sehingga menghasilkan konstruksi hebat dan diperkirakan mampu bertahan sampai seratus tahun," ujarnya.
Dia mengharapkan dengan dibangunnya jembatan ini Kota Manado akan memiliki icon khusus yang menjadi ciri khas baru Kota Manado serta mampu menjadi daya tarik wisatawan dari dalam maupun luar negri.Tak hanya itu, ia juga merasa nanti Jembatan Soekarno akan menjadi pusat keramaian atau perkumpulan warga Manado.
Seperti diketahui groundbreaking jembatan ini pada Oktober 2003, di era Presiden Megawati Soekarnoputri.
Kontraktor proyek ini adalah BUMN konstruksi PT Hutama Karya (HK). HK harus bertahun-tahun menyelesaikan proyek yang didanai secara multiyears oleh APBN, hingga akhirnya berhasil menyambungkan kedua sisi jembatan yang lokasinya di Teluk Manado, Jalan Piere Tendean (Boulevard).
Kepala Divisi Jalan dan Jembatan HK, Suroto mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan penyambungan jembatan pada Desember 2014. Namun untuk menyelesaikan sempurna hingga 100 persen, proyek ini hingga dinyatakan layak operasi masih butuh waktu.
"Jembatan sudah menyambung Desember (2014), ini sudah sesuai target," kata Suroto kepada detikFinance, Selasa (24/3).
Menurut Suroto, proses pengerjaan fisik proyek ini hanya menyisakan bagian pinggir batas jembatan (barrier), pengaspalan lantai jembatan, pemasangan lampu jembatan termasuk pada kabel-kabel jembatan. Semua proses ini harus ditender lagi, sehingga masih butuh waktu hingga sampai selesai dan beroperasi.
Suroto mengatakan, selama proses percepatan pembangunan proyek yang sudah bertahun-tahun bergulir ini memang banyak hambatan.
Misalnya saat proses penyambungan bentang tengah ada hambatan cuaca curah hujan yang tinggi, aktivitas gempa yang kerap terjadi di Manado, dan lainnya termasuk bencana banjir yang sempat terjadi di Manado beberapa waktu lalu.
"Dampak gempa terhadap kegiatan konstruksi, nggak apa-apa," katanya.