Breaking News
Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Di Posko Pengungsian, Korban Kebakaran Termenung Pikirkan Tempat Tinggal

Dahysatnya si kobaran Jago Merah sekitar pukul 13.30 Wita, membuat 23 rumah warga hampir rata dengan tanah.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Kebakaran hebat landa Manado, 20 rumah dilalap api, Kamis (21/5/2015). 

Laporan wartawan Tribun Manado Muhammad Cahya Pratama

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Itulah yang dirasakan 100 Warga Lorong Inpres Lingkungan III Kelurahan Tuminting, yang kemarin, Kamis (21/5), menjadi korban kebakaran.

Dahysatnya si kobaran Jago Merah sekitar pukul 13.30 Wita, membuat 23 rumah warga hampir rata dengan tanah.Yang tersisa dari 23 rumah tersebut hanyalah puing-puing rumah, yang tak hanya hangus, namun hampir sudah tidak bisa digunakan lagi. Hanya tersisa beberapa dinding bangunan rumah, puluhan seng atap, dan beberapa lemari besi yang sudah hangus menghitam.

27 KK pun kini harus tinggal di rumah tetangga, hingga tinggal di tenda pengungsian. Hari ini, mereka hanya bisa duduk termenung, atau sekedar bersenda gurau untuk menghilangkan duka, sambil melihat kondisi rumah mereka yang sudah hampir tak bersisa. Beberapa warga yang didominasi wanita dan orang tua terlihat tidur dirumah warga. Sedangkan anak-anak, masih bisa tersenyum ceria, sambil mencari barang yang tersisa dari rumah mereka.

Bantuan dari masyarakat hingga pemerintah pun sudah mereka dapatkan sejak bencana naas menimpa mereka. Di posko pengungsian, nampak belasan karung beras, puluhan kardus air mineral, puluhan karung pakaian, telah  disumbangkan masyarakat dan pemerintah, untuk setidaknya bisa mengurangi beban mereka.

Yang tersisa kini tinggal bagaimana melanjutkan hidup, pasca ditimpa musibah. Kebakaran yang hanya berlangsung singkat, menghanguskan hampir seluruh harta mereka. Dokument berharga seperti Ijazah, Akta Kelahiran hingga kartu keluarga yang dimiliki pun bagi sebagian warga tak sempat diselamatkan. Yang tersisa kini hanya tinggal baju yang
dikenakan, hingga beberapa plastik berisi pakaian dan harta benda mereka.

Retno Sidung misalnya. Ia bersama suami dan kedua anaknya kini hanya bisa melihat puing-puing rumah mereka, sambil duduk di tenda pengungsian. Surat berharga, pakaian, barang elektronik miliknya kini hampir tak bersisa. Perlengkapan sekolah anak-anaknya pun hangus terbakar

.
“Tidak ada yang tersisa. Hanya tinggal pakaian di badan. Seragam dan buku anak-anak pun tak tersisa. Mau bagaimana lagi, pas kebakaran yang terpikir hanya lari, karena api dengan cepat membakar rumah kami,” ujarnya.

Bantuan bencana yang menimpa mereka pun memang sedikit meringankan beban keluarganya, Namun masalah utama yang hingga kini masih menjadi beban pikiran ibu dua anak ini. Dimana mereka akan tinggal selanjutnya.

“Tidak tahu mau tinggal dimana, harta habis, uang habis, tidak ada  yang tersisa,” kata dia.

Hampir serupa dengan Oma Lizbet Tarima. Nenek berusia 86 Tahun ini, kini harus tinggal di rumah saudaranya, yang tak jauh dari rumahnya yang hangus terbakar. Ia bersama 11 keluarganya, kini hampir tak memiliki harta benda, selain isi warungnya.

“Yang tersisa tinggal isi warung. Semuanya habis,”' ujarnya dengan nada lansianya.

Ia yang tinggal di salah satu rumah diantara tiga rumah keluarganya ini pun hanya sempat menyelematkan seragam Lansia Choirs miliknya. Ia yang sedang tidur dibangunkan cucunya ketika kejadian terjadi, sehingga tak sempat membawa banyak barang.

“Hanya seragam ini (sambil menunjukan sebuah foto) yang tersisa. Bahkan kacamata oma tidak sempat diselamatkan,”

Bantuan dari pemerintah pun menjadi satu satunya harapannya. Meski hanya tinggal dengan menyewa lahan, ia mengaku masih ingin tetap tinggal di kampungnya tersebut.

“Tolong pak Wali, Pak Wawali, bantu kami. Jika memang kami ingin dipindahkan, tolong carikan lahan buat kami. Tapi saya masih ingin tinggal disini, karena mata pencaharian saya hanya disini,” ujar Oma Lizbet.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved