Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pastor Ansouw Arak Tubuh Tuhan

Injil Yohanes juga menceritakan kisah lama tentang Yesus yang disebut Anak Domba Allah

Penulis: | Editor:
NET
Ilustrasi perjamuan kudus Jumat Agung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Sesudah Doa Sesudah Komuni (doa sesudah penerimaan hosti atau roti yang sudah diubah menjadi Tubuh Kristus atau Sakramen Maha Kudus dalam Doa Syukur Agung/DSA), sambil berdiri, pastor Yoseph Ansouw, pastor paroki Santa Ursula Watutumou, mengisi pendupaan dan memberkatinya di gereja Santo Fransiskus Xaverius, Kamis (2/5). Ia mengangkat Sibori (piala bertutup dari logam tempat hosti yang saat itu sudah Sakramen Maha Kudus).

Lalu di diaraknya Sakramen itu mulai dari bagian bawah tangga naik ke Altar. Dengan apitan lilin dan kepulan asap dupa, Sakramen diarak sampai pintu masuk gereja dan diarak kembali sampai dimasukkan ke tabernakel (tempat menyimpan Sakramen Maha Kudus) yang kini diletakkan di belakang altar tepat di bagian tengah setelah sebelumnya di sebelah kiri.

Saat itu, petugas pembawa salib berjalan paling depan. Di depan Pastor Ansouw yang membawa Sakramen berjalan petugas yang membawa pendupaan mengepul. Lagu-lagu bertemakan "Ekaristi" dilagukan sementara perarakan berlangsung.

Setelah dimasukkan dalam tabernakel, Pastor Ansouw mengisi pendupaan dan mendupai Sakramen. Umat pun diperkenankan melakukan sembah sujud di hadapan Sakramen (tuguran) setelah pastor, frater Yoseph Bile, dan petugas altar kembali ke sakristi (tempat persiapan petugas liturgi).

Perarakan itu selalu istimewa di perayaan Kamis Putih, tradisi Gereja Kristen Katolik Roma yang dirayakan di seluruh dunia.
Gereja Kristen Katolik percaya Sakramen Ekaristi lahir dari perjamuan malam terakhir Yesus dan murid-muridnya sebelum disalibkan.

"Santo Agustinus mengatakan Ubi caritas et amor, Deus ibi est (Dimana ada kasih dan cinta, disitulah Allah). Tuhan hadir dalam Ekaristi karena di sini kasih dan cinta Tuhan hidup," katanya.

Ekaristi itu, kata pastor Ansouw, digambarkan tremendum et fascinosum (mengetarkan dan mempesona). Ekaristi itu mengagumkan.

"Kita peringati hari ini penerimaan komuni kita. Kita baharui makna sakramen itu," katanya.

Menurut pastor Ansouw, banyak ajaran tentang Ekaristi. Semua itu termaktub dalam berbagai acara, lagu prefasi (pujian sebelum DSA), dan lagu-lagu yang lain.

"Ada lagu Yesus terlindungi (lagu tua dari Yubilate, buku lagu tua Gereja Katolik Indonesia), malam jam akhir dan lagu lain yang memberi makna. Itu penghayatan iman Gereja yang mudah-mudahan bergema di benak kita karena dihayati juga dengan seni mengagumkan," katanya.

Kebenarannya, kata pastor Ansouw,
Tubuh dan Darah Kristus juga adalah tubuh dan darah Gereja. Semuanya bersatu dalam cinta kasih.

"Bacaan pertama (dari kitab Keluaran) berbicara tentang perjamuan Agape, tentang cara makan Anak Domba dari bangsa Yahudi. Hari di mana manusia menyadari kebersamaan di tengah sekularisme dan egoisme, hari di mana perjamuan bermakna membangun kebersamaan di tengah masyarakat," katanya.

Dikatakannya, dalam bacaan kedua (1 Korintus), perjamuan bukan berarti lagi Agape tapi Ekaristi (dari bahasa Yunani eucharistein yang artinya ucapan syukur). Ekaristi menjadi kenangan akan pengorbanan Kristus sekaligus perayaan syukur.

"Tapi bukan hanya mengenangkan tapi meng-update-kan, mengulangi, memperbarui. Juga memperbarui cinta kepada sesama," katanya.

Ia mengatakan Injil Yohanes juga menceritakan kisah lama tentang Yesus yang disebut Anak Domba Allah. Penyebutan itu kata pastor Ansouw dilagukan dalam lagu "Agnus Dei" (Anak Domba Allah) dalam setiap misa Gereja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved