Lestarikan Budaya Minahasa, SD GMIM Paulus Manado Giat Berlatih Maengket
SD GMIM Paulus Azar Wenas Manado yang terletak di jalan Sam Ratulangi Manado, memberikan peatihan dasar tari tradisional maengket.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Demi menjaga kelestarian budaya maka sekolah SD GMIM Paulus Azar Wenas Manado yang terletak di jalan Sam Ratulangi Manado, memberikan peatihan dasar tari tradisional Maengket.
Dengan leluasa siswa SD kelas empat menari bagaikan para profesional. Campuran antara anak laki-laki, dan perempuan menambah keceriaan dalam pelatihan hari itu.
Bapak Welly Posumah sebagai pelatih serta guru kesenian menjelaskan latihan diadakan tiap hari sebab akan ada lomba pada tanggal 24 bulan april ditaman budaya. Menurut dia kegiatan ini disponsori oleh Pemprov dan Dinas Pariwisata.
Para peserta dilatih dari kelas tiga SD,dan sampai benar-benar paham akan gerakan.Jumlah peserta sekitar 20 orang, Rabu (25/03).
Dalam kegiatan ini Welly menekankan bahwa dengan pelatihan ini mereka akan mengenal adat Minahasa. Selain itu mereka akan berani tampil ketika ada ivent atau acara yang mengangkat budaya.
”Anak-anak ini punya bakat besar dalam tari tradisional,jika diasah dari usia dini maka mereka akan berani tampil di depan umum membawakan tarian tradisional ini. Rencananya mereka akan ditampilkan pada ivent atau acara ;ain yang melibatkan anak usia sekolah,”ujarnya.
Kendala yang dia alami adalah suara. Mengenai gerakan kebanyakan hanyalah kelincahan kaki dan tangan saja,namun perlahan-lahan pasti akan berhasil.
Permasalahan yang dihadapi ketika anak-anak lupa menghafalkan gerakan,dan ketika memunculkan suara yang fals.
"Hal ini bisa berdampak fatal ketika sudah dalam perlombaan,makanya sangat penting diadakan latihan,”ujarnya.
Sesekali pak Welly terlihat kesulitan mengatur anak-anak ini. Menurut dia dengan adanya latihan ini maka anak- anak akan mengenal budaya Minahasa terlebih ditengah pertumbuhan budaya kota yang mulai menghapus budaya.
”Hahahaa… memang sulit mengatur acara seperti ini apalagi anak-anak pesertanya. Saya yakin dengan pelatihan semacam ini akan mengenalkan anak tentang budaya Minahasa dan kulturnya. Ditengah pertumbuhan kota yang semakin besar, kesenian dan budaya mulai terpinggirkan,dan saya takut jika suatu waktu terhapus,”ujarnya.
Ia pun prihatin dengan perubahan dan dampak perkembangan budaya kota yang mulai melengserkan budaya adat istiadat."Harus saya akui saat ini budaya Minahasa hanya bisa dikenal ketika ada kegiatan budaya saja. Bahasa Minahasa pun jarang terdengar di dalam kehidupan masyarakat adat. Bahasa ini hanya sering terdengar ketika berada di pasar tradisional,seperti di kota Tomohon,atau Manado Pasar karombasan,"ujarnya.
Dengan modal tambur ia membawa anak-anak ini kepada budaya Minahasa.
Hentakan berirama dari tambur membuat mereka gembira dan membuat barisan dengan gerakan beraturan. Bergandeng tangan,menunjuk tanah,menunjuk langit,jalan ditempat,dan lambaian tangan menjadi ciri has tarian ini.
Menurut dia kegiatan ini akan mengantar anak-anak dalam perlombaan yang nantinya dibuat pada tanggal 24 bulan April."Dalam kegiatan ini akan melibatkan seluruh sekolah yang memiliki bimbingan tari tradisional. Kami sendiri akan membawa tari tradisional maengket yang menjadi ikon Kota Manado,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sd-gmim-paulus-latihan-maengket.jpg)