Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mandiri Biayai Sektor Perikanan di Sulut

Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan pembiayaan kepada sektor perikanan di Sulawesi Utara.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan pembiayaan kepada sektor perikanan di Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini dilakukan untuk menggiatkan sektor tersebut agar dapat berkembang dengan pesat.

"Untuk pembiayaan sektor perikanan, kami fokus kepada pengalengan ikan dan untuk ekspor," ujar Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Manado Hotman Nainggolan saat ditemui dikantornya, Selasa (24/3/2015).

Nainggolan menambahkan untuk pembiayaan yang dilakukan di sektor perikanan dilakukan di Bitung, karena di daerah tersebut merupakan industri perikanan di Sulut

Sedangkan untuk porsi yang diberikan kepada kredit di sektor tersebut sebesar 10 persen dari total kredit yang disalurkan di Sulut. "Untuk total kredit yang disalurkan sebesar Rp 3 triliun," ungkapnya.

Meskipun ada aturan dari Kementerian Perikanan yang melarang adanya transshipment, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi kredit yang disalurkan. Sebab Mandiri membiayai perusahaan yang memperkerjakannya tenaga lokal.

"Sedangkan yang bermasalah adalah perusahaaan yang menggunakan tenaga dari luar negeri," katanya.

Sedangkan untuk urutannya, yang terbesar adalah sektor PHR, kedua sektor pertanian, termasuk di dalamnya adalah sektor perikanan.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Luctor Tapiheru mengungkapkan pada Januari 2015 kredit sektor perikanan, khusus tangkap sebesar Rp 136 miliar.

MSaat ini pertumbuhan industri perikanan di Sulut hanya tinggal 20 persen saja, hal ini terkait dengan aturan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang melarang adanya transshipment.

Padahal menurutnya pola penangkapan antar daerah berbeda satu dengan yang lainnya. "Namun demikian aturan yang dibuat, maksudnya biak. Sebab yang berpengaruh bukan hanya di Sulut, tetapi juga di General Santos dan Thailand yang produksinya menurun," katanya. (Tribun Manado/Herviansyah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved