NPL BPR Sulut turun 3,72 Persen
Kredit bermasalah atau Noan Performing Loan (NPL) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sulut mengalami penurunan 3,72 persen.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Kredit bermasalah atau Noan Performing Loan (NPL) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sulut mengalami penurunan 3,72 persen. Hal ini menunjukan kinerja dari BPR semakin membaik.
"Penurunannya sekitar 3,72 persen. Hal ni menunjukan kinerja dari BPR semakin baik," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Luctor Tapiheru.
Tapiheru menambahkan dengan penurunan tersebut juga gambaran masyarakat semakin sadar untuk mengembalikan kredit kepada bank sesuai jatuh temponya. Dengan pengembalian tersebut sehingga BPR bisa memutar kembali kreditnya kepada nasabah lainm
Sampai dengan Januari 2015 NPL BPR Sulut mencapai Rp65,81 miliar atau turun 3,72 persen dibandingkan dengan Januari 2014 yang berjumlah Rp68,35 miliar.
Dari jumlah tersebut NPL di sektor pertanian mencapai Rp584 juta, sektor industri Rp1,25 miliar, sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp4,16 miliar. "Sedangkan untuk sektor jasa-jasa Rp760 juta serta lainnya mencapai Rp59,52 miliar," ungkapnya.
Meskipun secara nilai mengalami penurunan, tapi secara rasio NPL, sampai Januari 2015 masih sebesar 9,86 persen. Jumlah tersebut masih berada di atas ketentuan BI yang hanya lima persen.
Terpisah Ketua Perhimpunan Bank Perkerditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPD Sulut Denny Senduk mengungkapkan tingginya NPL BPR di Sulut karena adanya double financing atau pembiayaan ganda. Dengan demikian nasabah tidak lancar dalam pengembalian pinjaman ke BPR," ungkapnya.
Menurutnya banyak nasabah mendapat kucuran kredit dari BPD, kemudian mendapat lagi pinjaman dari BPR tertentu. Sehingga dalam pengembaliannya seringkali terhadap, dengan demikian menyebabkan NPL.
Dengan demikian perlu ada koordinasi yang baik antarperbankan dengan lebih melihat lagi data dalam SID dari BI.