Ada Sindikat Ijazah Palsu di Manado
ADA hal menarik yang diungkap Kadiknas Sulut, Gemmy Kawatu, saat Rakor di Kantor Regional XI BKN Manado, Senin (16/3).
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - ADA hal menarik yang diungkap Kadiknas Sulut, Gemmy Kawatu, saat Rakor di Kantor Regional XI BKN Manado, Senin (16/3).
Dia mengaku mendapati ada perguruan tinggi swasta di Sulut yang menawarkan jalur instan untuk memperoleh ijazah S1 dari kampus tersebut.
Informasi itu bermula ketika dirinya menugaskan bawahannya untuk menyamar sebagai guru non sarjana yang menginginkan punya ijazah sarjana lewat jalur instan.
"Karena sudah merebak kasus ijazah palsu, maka saya tugaskan staf saya untuk melakukan penyamaran dan terbukti benar ada melakukan aksi demikian," ungkapnya.
"Mereka mengaku sebagai guru yang tak lama lagi akan pensiun dan butuh ijazah sebagai pelengkap biar ada titel sarjana. Awalnya pihak PTS itu mengatakan bahwa butuh waktu dua tahun studi, namun staf yang melamar ini keberatan dan minta yang instan. Tak berselang lama menginformaskan bahwa ternyata bisa. Tapi harus siapkan sejumlah dana," tuturnya.
Terkait dengan kasus itu, Kawatu mengaku sangat prihatin dengan masa depan Sulut ke depan, bilamana generasi yang ada diajari oleh guru-guru yang tidak kompeten, meskipun mereka menyandang guru sertifikasi atau guru professional.
"Kasus ijazah palsu ini tentu jadi keprihatinan bersama, semua stakeholder di daerah ini untuk berbenah diri," imbaunya.
Kawatu ikut membeberkan data bahwa berdasar hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013, para guru di Sulut berhasil menempati posisi 10 nasional.
"Namun peringkat 10 dari paling bawah atau di peringkat 25 dari 35 provinsi di Indonesia. Mirisnya lagi Sulut berada di bawah Provinsi Gorontalo yang merupakan anak kandung dari Sulut, yang berada di posisi 24," tambahnya.
Ditambahkan oleh Kepala UPBJJ-UT Manado, Mulyadi bahwa pihaknya sejak 2012 lalu sudah mendapati beberapa ijazah palsu yang dikeluarkan oleh sindikat yang ada di Manado yang juga punya jaringan di Jakarta.
"Kami temukan saat mereka hendak melegalisir ijazah. Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian dan para sindikat ini sudah ditahan," tambahnya. (tribun manado/susanto amisan)