Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Diduga Karena Masalah Warisan, Paman dan Ponakan di Boltim Ini Saling Tebas

Aksi saling tebas antara paman dan keponakan terjadi di Desa Bongkudai Utara, Kabupaten Boltim, Provinsi Sulut, pada Minggu (15/3) .

Penulis: Aldi Ponge | Editor:

TRIBUNMANADO,.CO.ID, TUTUYAN - Aksi saling tebas antara paman dan keponakan terjadi di Desa Bongkudai Utara, Kabupaten Boltim, Provinsi Sulut, pada Minggu (15/3) sekitar pukul 17.00 Wita.

Informasi yang dihimpun Tribun Manado menyebutkan duel tersebut terjadi antara Fence Kamase (46) warga Desa Bongkudai Utara dengan keponakannya Frangki Kamase (35) Warga Bongkudai Baru.

Aksi keduanya dipicu sengketa lahan perkebunan. "Ibunya Frangki, kakak beradik dengan Fence, tapi dia gunakan marga ibunya," kata salah satu warga Bongkudai Baru yang minta namanya tak dikorankan, pada Senin (16/3).

Dia menjelaskan Frangki yang merasa lahan tersebut miliknya melakukan pengolahan perkebunan. Namun mendapat larangan dari pamannya yang mengklaim juga lahan tersebut.

"Itu masalah kebun yang mereka sengketakan. Saya tak tahu siapa pemiliknya. Saya dengar ada yang memprovokasi Fence. Jadi dia mencari Frangki ke rumahnya membawa parang. Namun berhasil ditahan warga sehingga pulang ke rumah," tuturnya.

Sayangnya, upaya tersebut diketahui sang keponakan yang gantian mencari pamannya. Didepan rumah Frangky terjadi duel tersebut. "Dia bawa parang juga, tapi disarungkan. Dia hanya terlihat memegang dua batu. Mungkin karena tak terlihat membawa parang, pamannya keluar rumah," bebernya.

Saat duel tersebut Fence menebas telinga kanan milik Frangki. Sang keponakan pun membalas dengan melampar batu hingga pamannya terjatuh. "Disitulah dia menebas Fence, di wajah, pokoknya seperti (filim) saur sepuh" tuturnya.

Kapolsek Modayag, AKP Muhammad Sjarri Monoarfa saat dikonfirmasi tak menampik adanya peristiwa tersebut.

"Fence Kamase terluka terbuka karena tebasan parang pada wajah yang membela hidung sempat dirawat di RSU Datoe Binangkang Kotamobagu dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Kandow, Manado," jelasnya.

Sedangkan Frangki Kamase mengalami luka terbuka karena sabetan parang di pipi hingga telinga yang nyaris putus. "Dia (Frangky) dirawat jalan di Puskesmas Modayag dan sementara diamankan di Polsek Modayag," bebernya.

Polisi telah mengamankan dua parang panjang milik keduanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kasus sementara dalam penyelidikan dugaan sementara kasus tersebut dipicu karena rebutan tanah warisan antara paman dan keponakan," terangnya.(tribun manado/aldi ponge)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved