Moha Gelar Sidak di Balai Besar POM Manado
Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Aditya Moha, Jumat (27/2) sore menyempatkan diri melakukan inspeksi mendadak.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Bersamaan dengan masa resesnya di masa siding kedua tahun 2014-2015, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Aditya Moha, Jumat (27/2) sore menyempatkan diri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Manado.
Setibanya di kantor Balai Besar POM Manado yang terletak di desa Pineleng, kabupaten Minahasa itu, Aditya Moha langsung disambut kepala Balai POM Manado, Susan Gracia Arpan bersama beberapa pejabat di lingkup Balai POM. Selanjutnya mereka menggelar pertemuan singkat di ruang kepala Balai POM.
Usai berbincang dengan kepala Balai POM Manado, Moha ikut meninjau Laboratorium Pangan yang tepat bera di lantai Satu, dengan didampingi Susan Gracia Arpan yang secara umum memberikan penjelasan terkait beberapa peralatan yang ada di dalam ruangan yang banyak dihiasi oleh tabung kaca berbagai ukuran.
Ditanya maksud kedatangan ke kantor Balai POM, Moha mengku untuk mengecek progress pengawasan Balai POM terhadap peredaran Dua jenis obat produksi PT Kalbe Farma Tbk yang bermasalah. “Saya ke sini untuk kumpulkan data dan informasi terkait masalah produk obat milik PT Kalbe Farma yang mematikan itu,” katanya.
Menurut anggota komisi yang membidangi Ketenaga Kerjaan, Kependudukan dan Kesehatan ini, bahwa kasus obat berjenis Buvanest Spinal dan Asam Tranexamat, yang diproduksi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ikut mendorong komisinya untuk konsen memonitor proses penarikan produk tersebut dari pasaran.
“Berdasarkan laporan dari Balai POM Manado, di Sulut ternyata hanya ada Buvanest Spinal, yang saat ini sudah ditarik dari pasaran oleh pihak Kalbe Farma. Asam Tranexamat tidak ada. Data dan informasi ini tentu akan kami bahas di Panitia Kerja (Panja) komisi IX,” ujar putra dari mantan bupati Bolaang Mongondow, Marlina Moha-Siahaan.
Sementara itu, kepala Balai POM Manado, Susan Gracia Arpan saat diwawancarai mengatakan, setelah mendapat petunjuk dari pusat, mereka langsung melakukan pengawasan penarikan obat yang menyebabkan tewasnya pasien di rumah sakit Siloam Karawaci Jakarta. “Pihak Kalbe Farma sudah menarik obat jenis Buvanest Spinal dari pasaran di Sulut,” ungkapnya.(tribun manado/susanto amisan)