HPN, Wali Kota Manado Dialog dengan Wartawan, Ini Hasilnya
Selain Perda miras, muncul pula pertanyaan masyarakat terkait program pemerintah selama 4 tahun menjalankan pemerintahan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional yang ke-69, Senin (9/2/2015), kelompok Wartawan Kota Manado menggelar acara Coffee Break dan Dialog bersama Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Manado. Bertempat di Jalan Roda (Jarod), acara yang dimulai pukul 09.00 Wita ini dihadiri oleh Wali Kota Kota Manado Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Harley Mangindaan, beserta jajaran Kepala SKPD Kota Manado hingga anggota Kepolisian Polsek Wenang. Dari pihak insan pers, hadir wartawan dan jurnalis media lokal yang ikut meramaikan terselanggaranya acara ini.
Ketua Panitia acara Donny Wungow saat membuka acara ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado yang dapat hadir dalam acara yang menggusung tema “Pers Sehat, Bangsa Kuat” ini. Dalam kesempatan ini pun ia berharap dengan adanya acara ini, hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah kota Manado dan media bisa semakin baik.
Dalam acara kali ini, panitia acara memberikan kesempatan kepada para wartawan maupun insan pers lainnya untuk memberikan gambaran, pandangan, dan juga pertanyaan kepada Wali Kota Kota Manado. Tak hanya itu, masyarakat yang hadir juga dalam acara kesempatan kali ini bisa menyampaikan pandangan maupun saran dan kritik bagi pemerintah Kota Manado.
Septi Saroinsong misalnya. Seorang wartawan media surat kabar Sulut ini memberikan berbagai pertanyaan kepada Wali Kota terkait beberapa permasalahan yang ada di Kota Manado. Seperti penerapan Perda miras dimana menurutnya pemerintah harus mengevaluasi lebih lanjut terkait dikeluarkannya Perda Miras ini.
“Lebih cocok kalau kita sebut Perda Anti Mabuk. Karena yang menjadi masalah itu bukan minuman kerasnya, namun orang yang mengonsumsi miras tersebut yang membuat masalah. Kalau misalnya produksi dan penjualan miras ini dicabut karena adanya Perda Miras, akan banyak orang yang kehilangan pekerjaannya,” ujar Septi.
Selain Perda miras, muncul pula pertanyaan masyarakat terkait program pemerintah selama 4 tahun menjalankan pemerintahan. Seperti Program Universal Coverage sebagai bentuk pelayanan kesehatan publik, proses pembebasan dan relokasi warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga permasalahan banjir yang sudah menjadi hal yang biasa terjadi di Manado.
Vicky dalam kesempatannya menjawab berbagai pertanyaan dan saran awak media dan masyarakat yang hadir pun berusaha memberikan penjelasan dengan rinci. Seperti saat ia menjawab pertanyaan terkait Programm UC yang merupakan satu dari delapan program pemerintah Kota Manado periode 2010-2015.
“Programm Universal Coverage(UC) sudah dijalankan dalam tiga tahun ini. Program ini dijalankan untuk mengakomodasi masyarakat yang tidak tergabung dalam BPJS Kesehatan. Total ada sekitar 50% masyarakat kota Manado yang tidak tergabung dalam BPJS, sehingga harus diakomodir dengan adanya UC ini. Namun tentu dengan syarat masyarakat yang diakomodir UC ini haruslah termasuk kategori kurang mampu. Dan tentu dalam penerapannya, pemerintah mengharapkan adanya kerjasama dari masyarakat sendiri untuk melaporkan segala bentuk penyimpangan yang terjadi, agar program ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Manado.”
Tak ketinggalan Vicky berusaha menjelaskan terkait penanganan banjir yang sudah semakin sering terjadi di Kota Manado. Vicky menjelaskan, Pemerintah Kota Manado tidak bisa mengatasi permasalahan banjir dalam waktu singkat, mengingat APBD 2015 juga akan dialokasikan untuk pembangunan infratruktur dan juga berbagai sektor pelayanan masyarakat lainnya.
”Pembangunan infrastruktur akan terhambat jika semua APBD itu disalurkan untuk pembersihan saluran maupun penggerukan sungai yang ada di Kota Manado. Jika semuanya disalurkan kesana, APBD 2015 hanya akan habis untuk melakukan kedua hal diatas. Tentu niat pemerintah untuk membangun infrasturktur seperti jalan, sekolah, rumah sakit, hingga sarana dan prasarana akan terhambat,”
Vicky pun berharap agar insan pers dan juga media bisa menjadi partner kerja pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya dalam membangun Kota Manado ke arah yang lebih baik. Peran pers sebagai penyalur aspirasi rakyat dinilai penting agar pemerintah juga bisa lebih mengetahui segala bentuk permasalahan yang ada di Kota Manado dan juga memikirkan rencana untuk permasalahan tersebut.
“Tugas pemerintah adalah untuk membangun. Tugas Kerohanian adalah untuk memperbarui. Dan tugas media adalah untuk mensosialisasikan tugas kedua pilar ini. Dan tujuan utamanya adalah untuk membangun bangsa, terutama Kota Manado.” (tribunmanado/muhammad cahya pratama)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.